Menteri Bahlil Soroti Tunggakan Gaji 94 Karyawan PT Karlez di Forum Nasional DPRD
Mesya Marasabessy April 18, 2026 08:39 PM

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Haliyudin Ulima 

BULA, TRIBUNAMBON.COM – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, akhirnya menanggapi persoalan tunggakan gaji 94 karyawan PT. Karlez Petroleum Seram Limited di Kota Bula.

Sorotan tersebut disampaikan dalam Retret Ketua DPRD provinsi, kabupaten, dan kota se-Indonesia yang digelar di Lembah Tidar, kompleks Akademi Militer, Kamis (16/4/2026).

Kegiatan yang turut diikuti para Ketua DPRD se-Indonesia itu langsung dimanfaatkan Risman Sibualamo yang secara langsung menyampaikan persoalan tersebut di hadapan Bahlil.

Bahlil sempat menanyakan asal peserta yang mengangkat isu tersebut.

“Mana tadi dari Bula?” tanya Bahlil.

“Saya Pak,” jawab Risman Sibualamo Ketua DPRD SBT.

Baca juga: Bacalon Ketua Golkar Malteng Kantongi 13 Dukungan, Hasan Alkatiri Daftar di DPD Golkar

Baca juga: Rakor Posyandu Tingkat Provinsi Maluku, Terapkan 6 Standar Pelayanan Minimal di Masyarakat

Bahlil kemudian memaparkan kondisi pengelolaan migas di Kota Bula yang saat ini dioperasikan oleh dua perusahaan.

“Di sana itu ada dua perusahaan, satu Citic yang produksinya hari ke hari semakin turun,” ujarnya.

Ia mengungkapkan bahwa pemerintah sempat merencanakan kontrak peralihan pengelolaan, namun belum terlaksana karena pihak perusahaan masih menyatakan kesanggupan.

“Kita kemarin mau bikin kontrak peralihan pengelolaannya, tapi oleh perusahaan masih mengatakan sanggup,” katanya.

Meski demikian, persoalan utama disebut berada pada salah satu blok yang tidak berjalan optimal dan berdampak pada para pekerja, yakni Blok Bula yang dikelola PT. Karlez Petroleum Seram Limited.

“Yang dipersoalkan ini satu blok yang tidak bisa jalan,” tegasnya.

Ketua DPRD SBT dalam kesempatan itu berharap agar hak-hak pekerja dapat segera dipenuhi serta adanya investor baru yang mampu mengambil alih pengelolaan perusahaan.

Khususnya untuk Blok Bula yang di kelelo PT. Karlez yang hingga kini tidak lagi beroperasi lantaran para karyawan belum mendapatkan hak mereka.

Fachri menegaskan, persoalan yang menimpa puluhan pekerja di PT Karlez Petroleum Seram Ltd tersebut bukan hal baru. 

Dalam berbagai kesempatan, ia mengaku terus menyuarakan kondisi yang dialami para pekerja lokal di perusahaan tersebut.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.