Perguruan tinggi harus mampu mencetak lulusan yang adaptif, kompetitif, dan sesuai dengan dinamika industri yang berkembang pesat
Pasuruan, Jawa Timur (ANTARA) - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Badri Munir Sukoco mendorong perguruan tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU) untuk mengatasi ketidaksesuaian antara lulusan pendidikan tinggi dengan kebutuhan dunia kerja.
Hal itu disampaikan dalam acara Halal Bihalal dan Sarasehan Pendidikan NU yang diselenggarakan oleh LPT PWNU Jawa Timur di Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Pasuruan, Sabtu, dengan dihadiri pimpinan PTNU se-Jawa Timur.
“PTNU harus menjadi garda terdepan dalam mentransformasi sumber daya manusia Indonesia agar relevan dengan kebutuhan ekonomi masa depan,” kata Badri di Pasuruan, Sabtu.
Ia menegaskan, perguruan tinggi harus mampu mencetak lulusan yang adaptif, kompetitif, dan sesuai dengan dinamika industri yang berkembang pesat.
Menurut dia, tantangan ketidaksesuaian pendidikan menjadi salah satu hambatan utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis pengetahuan sehingga diperlukan langkah konkret untuk menyelaraskan kurikulum dengan kebutuhan pasar kerja.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya penguatan bidang sains dan teknologi di lingkungan PTNU guna meningkatkan kompleksitas ekonomi nasional melalui inovasi yang dihasilkan dari kampus.
Dalam paparannya, Badri turut menyoroti konsep kelas kreatif atau creative class, kelompok masyarakat kreatif sebagai faktor penting dalam mendorong kemajuan bangsa.
Ia menjelaskan, apabila sekitar 20 persen sumber daya manusia Indonesia memiliki kapasitas inovasi tinggi, maka Indonesia berpeluang keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah (middle-income trap).
Menurutnya, PTNU memiliki potensi besar dengan basis massa yang luas, sehingga dapat menjadi motor penggerak dalam menciptakan sumber daya manusia unggul yang berdaya saing global.
“Jika potensi ini dikelola dengan orkestrasi pendidikan yang tepat, maka warga NU akan menjadi motor penggerak utama kemajuan bangsa menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Badri.
Melalui kegiatan sarasehan tersebut, diharapkan PTNU di Jawa Timur dapat memperkuat sinergi dalam meningkatkan kualitas pendidikan serta berkontribusi pada kedaulatan sains dan teknologi nasional.





