TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK) marah besar saat menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4/2026).
JK menggelar jumpa pers untuk meluruskan informasi, dan menjelaskan konteks ceramah dirinya di Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 5 Maret 2026 lalu.
Muncul dugaan video itu tersebar akibat JK pernah menyinggung terkait ijazah Jokowi.
Baca juga: Satpol PP Larang Pedagang Jualan di Bahu Jalan Arteri Mamuju Rawan Sebabkan Kecelakaan
Baca juga: Monev Bersama BPJS, RSUD Sulbar Janji Tingkatkan Pelayanan Terutama Waktu Tunggu Pasien
Setelah video itu tersebar, JK kemudian dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) bersama Pemuda Katolik dan sejumlah organisasi kemasyarakatan, terkait dugaan penistaan agama pada Minggu (12/4/2026) malam.
JK curiga video soal ceramaah dirinya di UGM muncul setelah dirinya melaporkan Ahli Digital Forensik, Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri pada Senin (6/4/2026) atas dugaan pencemaran nama baik.
Rismon dilaporkan ke polisi karena menuding JK mendanai kasus ijazah palsu Presiden ke-7 RI, Joko Widodo atau Jokowi.
Dalam jumpa pers di kediamannya, JK mengaku punya peran besar dalam karier politik Joko Widodo atau Jokowi.
JK mengklaim punya andil besar membawa Jokowi dari Solo ke Jakarta hingga menjadi presiden RI.
"Apa kurangnya saya coba? Saya yang bawa ke Jakarta. Kasih tahu semua itu, termul-termul itu. Jokowi jadi presiden karena saya," kata JK dalam jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4/2026).
Termul adalah singkatan dari Ternak Mulyono, sebuah istilah gaul politik yang sering digunakan di media sosial Indonesia sebagai sindiran atau kritik terhadap pendukung atau loyalis Jokowi.
"Siapa yang bawa Jokowi ke Jakarta? Saya yang bawa ke Jakarta dari Solo, untuk jadi gubernur. Saya yang bawa," ucapnya.
Untuk diketahui, Jokowi pada Pilkada DKI Jakarta 2012 berpasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Mereka terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta setelah menjalani Pilkada dua putaran.
Jusuf Kalla mengklaim Presiden ke-5 RI yang juga merupakan Ketua PDIP, Megawati Soekarnoputri berterima kasih kepadanya sebab membantu Jokowi atas kemenangan tersebut.
Bahkan pada Pemilihan Presiden atau Pilpres 2014, Jokowi menggandeng JK sebagai wakil presiden hingga terpilih menjadi presiden dan wakil presiden, usai mengalahkan rivalnya Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.
Juru Bicara Jusuf Kalla, Husain Abdullah atau akrab disapa Uceng menuturkan, pernyataan JK keluar, karena Termul menganggap JK tidak tahu balas budi sudah digandeng jadi Wapres pada 2014 lalu.
Sehingga JK mengungkapkan perannya mengantarkan Jokowi ke Megawati, agar dicalonkan jadi Gubernur DKI.
"Selanjutnya, Jokowi dicalonkan lagi jadi Presiden oleh Mega. Tapi Mega tidak mau kalau bukan JK wakilnya. Maka jadilah Pak JK sebagai Wapres Jokowi
"Bukan Jokowi yang menetapkan JK sebagai pasangannya tapi langsung atas permintaan ibu Mega untuk mendampingi Jokowi yang dianggap belum berpengalaman," ujar Husain Abdullah.
"Jadi siapa sebenarnya yg berhutang budi? Maka keluarlah kalimat "kasi tau itu Termul..." tambah Husain.
Pihak JK menganggap masalah ijazah Jokowi sudah terlalu berlarut-larut.
Sehingga Jokowi diminta lebih baik menunjukkan ijazahnya kepada publik. (*)