Fakta-fakta 2 Bocah Hanyut di Sungai Bulango Gorontalo, Keluarga Sempat Curiga
Fadri Kidjab April 19, 2026 11:41 AM

 

TRIBUNGORONTALO.COM – Sejumlah fakta terungkap dalam peristiwa dua bocah berusia 10 tahun di Kota Gorontalo yang hanyut terseret arus Sungai Bolango pada Jumat (17/04/2026).

Kejadian ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan warga sekitar.

Berikut TribunGorontalo.com merangkup lima fakta peristiwa berdasarkan data dari Basarnas Gorontalo dan wawancara lapangan.

1. Identitas dan Lokasi Kejadian

Fakta pertama berkaitan dengan identitas korban. Kedua anak yang hanyut tersebut diketahui bernama Alindra Elmira Ramadhan (10) dan Muh Nazril Pakaya (10). Keduanya dilaporkan terseret arus saat sedang mandi di sungai tersebut.

Kejadian ini tepatnya berlangsung di aliran Sungai Bulango, kawasan Jembatan Ampi, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo.

Berdasarkan data yang dihimpun, kedua korban awalnya pergi bersama teman-temannya menuju sungai yang lokasinya tidak jauh dari rumah tinggal mereka pada Jumat siang.

Lokasi itu merupakan tempat bermain yang lazim bagi anak-anak setempat. Menurut Romi, aktivitas mandi di sungai bukan hal baru bagi keponakannya karena letaknya tepat di belakang rumah.

Karena sudah menjadi kebiasaan, keluarga awalnya tidak menaruh curiga saat anak-anak tersebut berpamitan untuk mandi selepas beraktivitas siang hari.

2. Awal Korban Dinyatakan Hilang

PENCAIRAN KORBAN--Tim SAR Gorontalo lakukan pencarian korban hanyut di Sungai Bulango, Sabtu (18/4/2026). Sumber foto: TribunGorontalo.com/Jefri Potabuga.
PENCARIAN KORBAN -- Tim SAR Gorontalo mencari korban hanyut di Sungai Bulango, Sabtu (18/4/2026). (Sumber foto: TribunGorontalo.com/Jefri Potabuga)

Paman korban, Romi Pakaya, mengungkapkan fakta mengenai jumlah anak yang berada di lokasi. 

Ia menuturkan bahwa sebelum kejadian, ada lima anak yang pergi menuju sungai sekitar pukul 14.00 Wita.

Meskipun pergi bersama-sama, ternyata tidak semua anak turun ke air.

“Berlima mereka ke sungai, tapi hanya dua yang turun mandi. Tiga lainnya tidak ikut,” ujar Romi saat ditemui di rumah duka, Kelurahan Molosipat U, Kecamatan Sipatana, Sabtu (18/4/2026).

Keluarga mulai menyadari adanya kejanggalan saat hari menjelang Magrib, tepatnya sekitar pukul 17.30 Wita. Pada waktu tersebut, dua anak yang sebelumnya ikut ke sungai sudah lebih dulu kembali ke rumah.

“Awalnya dua anak pulang. Tiga lainnya masih di lokasi, tapi satu memang tidak mandi. Tidak lama kemudian, satu anak lagi pulang,” jelasnya.

Kecurigaan keluarga memuncak ketika anak yang pulang terakhir memberikan keterangan mengenai keberadaan teman-temannya. Saat ditanya oleh keluarga, anak itu mengaku dua temannya masih tertinggal di sungai.

“Dari situ keluarga mulai curiga. Saat ditanya, dia bilang dua temannya masih mandi di sungai,” tambah Romi menceritakan momen kepanikan keluarga saat itu.

3. Temuan Baju dan Sandal Korban

Mendengar pengakuan tersebut, keluarga langsung bergegas menuju lokasi sungai untuk memastikan keadaan. Namun, fakta pahit ditemukan di pinggir sungai saat mereka sampai di lokasi kejadian.

Keluarga hanya menemukan barang-barang milik korban yang tertinggal di daratan.

“Di lokasi cuma ada baju dan sandal. Anak-anaknya sudah tidak ada,” ungkap Romi dengan nada sedih.

Muh Nazril Pakaya ditemukan lebih awal. Nazril ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Jumat malam pukul 20.58 Wita oleh tim di lapangan.

Sementara itu, Elmira Ramadhan ditemukan tim SAR gabungan di wilayah Tombulobutao, Kecamatan Dungingi.

Ia ditemukan sekitar pukul 16.02 Wita oleh tim SAR gabungan setelah dilakukan pencarian sejak Sabtu pagi hari. Penemuan itu sekaligus mengakhiri operasi pencarian yang telah memasuki hari kedua.

4. Sosok Nazril Pakaya 

KORBAN -- Foto semasa hidup Nazril Pakaya (ujung kanan) saat bersama teman sepermainanya. Foto ini ditunjukan keluarga kepada TribunGorontalo.com.
KORBAN HANYUT -- Foto semasa hidup Nazril Pakaya (ujung kanan) saat bersama teman sepermainan. Foto ini ditunjukan keluarga kepada TribunGorontalo.com. (TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga)

Mengenai sosok korban Nazril Pakaya, ia dikenal sebagai pribadi yang sangat baik di mata lingkungan sekitarnya. Tetangga menyebut bocah berusia 10 tahun ini sebagai anak yang pendiam namun taat beribadah.

Fakta kedisiplinan ibadah Nazril diungkapkan oleh salah seorang tetangga. Ia dikenal rajin melaksanakan salat dan tidak pernah meninggalkan kegiatan mengaji setiap pulang ke rumah.

“Dia itu rajin salat, tiap pulang pasti langsung mengaji itu yang saya tahu karena selalu lewat di depan rumah saya,” ujar seorang tetangga pada Sabtu (18/4/2026).

Selain sisi religius, Nazril juga dikenal sebagai anak yang mudah bergaul dan aktif di sekolah. Ia sering menghabiskan waktu bermain bersama teman-teman sekelasnya di lingkungan Kelurahan Molosipat U.

"Mereka itu satu kelas selalu berjalan sama-sama, mereka itu sangat aktif tapi baik-baik," kenang tetangga tersebut.

Paman korban juga membenarkan bahwa Nazril adalah anak yang penurut.

“Dia anaknya baik, sering bantu-bantu juga di rumah,” ujar Romi.

Baca juga: Identitas 2 Bocah Hanyut di Sungai Bulango Gorontalo, 1 Korban Ditemukan Meninggal

5. Rencana Pindah Sekolah ke Morowali

Menurut informasi dari tetangga, rencananya Nazril akan diajak ayahnya pindah ke Morowali pada tahun ajaran baru mendatang.

“Rencananya mau dipanggil ayahnya mereka sekeluarga ke Morowali, nanti masuk sekolah di sana, dengan saudaranya,” ungkap tetangga tersebut mengenai rencana kepindahan sekolah korban yang kini tinggal kenangan.

Kondisi di rumah duka pada Sabtu (18/4/2026) pagi tampak sangat emosional.

Pantauan di lapangan menunjukkan warga mulai berdatangan sejak pagi untuk melayat dan memenuhi halaman rumah yang telah dipasangi tenda.

Keranda yang dibalut kain putih tampak disiapkan di halaman rumah sebagai bagian dari persiapan pemakaman. Isak tangis sesekali pecah di tengah kerumunan warga yang sibuk membantu menyiapkan seluruh prosesi pemakaman.

Sang ayah belum berada di rumah saat musibah terjadi. Ayah korban diketahui sedang bekerja di luar daerah, tepatnya di Morowali, Sulawesi Tengah. Adapun jenazah Nazril dimakamkan pada pagi menjelang siang di pekuburan keluarga. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.