Laporan Kontributor TribunPriangan.com Pangandaran, Padna
TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi membuat sejumlah pengemudi di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, terkejut.
Lonjakan harga yang terjadi secara mendadak ini mulai berlaku pada Jumat (17/4/2026) tepat tengah malam.
Pengawasan SPBU 34.463.10 Banjarharja, Kecamatan Kalipucang, Indra Moor Alam, mengatakan bahwa harga BBM nonsubsidi jenis Pertamina Dex (Pertamina D) di lokasi tersebut mengalami kenaikan signifikan.
"Dari sebelumnya Rp 14.500 per liter menjadi Rp 23.900 per liter. Artinya naik Rp 9.300 per liter," ujar Indra kepada Tribun Jabar di tempat kerjanya, Minggu (19/4/2026) pagi.
Selain Pertamina Dex, sejumlah produk BBM nonsubsidi lain seperti Pertamax Turbo dan Dexlite juga mengalami kenaikan harga.
Baca juga: Ini Bahayanya Jika Mobil Diesel Modern Turun Tahta Pakai Bio Solar Subsidi
Namun, di SPBU tempatnya bertugas hanya tersedia Pertamina Dex.
Menurut Indra, kenaikan harga yang diberlakukan pada tengah malam itu membuat banyak konsumen kaget saat melakukan pembelian keesokan harinya.
"Naiknya jam 12 malam. Jadi pagi harinya banyak yang kaget, karena sebelumnya masih harga lama, sekarang sudah naik cukup jauh. Tapi akhirnya tetap membeli," katanya.
Meski terjadi lonjakan harga, Indra menyebut bahwa volume penjualan BBM nonsubsidi di SPBU tidak mengalami perubahan signifikan.
"Penjualan masih relatif sama seperti sebelumnya. Tidak ada peningkatan atau penurunan yang mencolok," ucap Indra.
Dari sisi pasokan, Indra pun memastikan ketersediaan BBM masih aman. Setiap pengiriman sebanyak 2 ton Pertamina Dex dapat mencukupi kebutuhan selama satu hingga satu setengah bulan.
Seorang pengemudi asal Banjarsari, Herlan (44), mengaku terkejut dengan lonjakan harga BBM nonsubsidi yang dinilainya cukup drastis.
"Sejak kemarin juga saya kaget karena tahu-tahu sudah naik. Tapi mau bagaimana lagi, tetap harus beli," ujarnya.
Ia menyesalkan konflik di Timur Tengah yang berdampak pada harga energi terutama Pertamina D yang biasa dibelinya.
"Gara-gara perang di Timur Tengah. Mudah-mudahan segera membaik dan harga BBM bisa kembali normal," ucap Herlan.(*)