TRIBUNSTYLE.COM - Pertamina memutuskan menaikkan harga beberapa jenis BBM non-subsidi, tipe-tipe mobil ini bakal kena imbas.
Ketidakstabilan harga minyak dunia dipicu oleh perang di Timur Tengah membuat pemerintah mengambil langkah.
Jika BBM subsidi tidak naik harga, beda nasib dengan BBM non-subsidi.
Per Sabtu (18/4/2026), sejumlah BBM non-subsidi mengalami kenaikan harga.
Di wilayah Jawa Tengah (Jateng), harga Pertamax Turbo mengalami lonjakan drastis.
Sebelumnya dibanderol Rp13.100 per liter, kini naik menjadi Rp19.400 per liter atau meningkat sebesar Rp6.300.
Baca juga: Iran Sempat Umumkan Buka Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Turun 11 Persen, BBM Tanah Air Justru Naik
Kenaikan lebih tinggi bahkan terjadi pada Pertamina Dex. Harga BBM jenis ini melonjak dari Rp14.500 menjadi Rp23.900 per liter, atau naik Rp9.400.
Sementara itu, Dexlite juga mengalami peningkatan tajam. Dari harga sebelumnya Rp14.200 per liter, kini menjadi Rp23.600 per liter, dengan kenaikan sebesar Rp9.400, mengutip TribunJateng.com.
Di sisi lain, harga Pertamax dan Pertamax Green dilaporkan tidak mengalami perubahan pada periode kali ini, meskipun sebelumnya sempat mengalami penyesuaian pada Februari 2026.
Masyarakat diimbau untuk terus memantau perkembangan harga BBM secara berkala, mengingat harga BBM non subsidi dapat berbeda di tiap wilayah dan sewaktu-waktu berubah mengikuti kebijakan serta kondisi global.
Sejumlah warga mengaku terkejut dengan lonjakan yang dinilai cukup tinggi.
Salah satunya Ihsan (28), yang mengaku menyesal karena tidak sempat mengisi penuh tangki kendaraannya sebelum tarif baru diberlakukan.
“Jujur, begitu tahu harganya naik, langsung kepikiran kenapa tidak isi penuh dari semalam. Kenaikannya lumayan besar, jadi cukup bikin kaget,” ujar Ihsan saat ditemui di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, Sabtu (18/4/2026).
Ia menilai, kenaikan tersebut berdampak langsung pada pengeluaran bulanannya yang kini terasa semakin berat.
Meski begitu, Ihsan mengaku belum berniat beralih ke jenis BBM lain dan tetap memilih menggunakan Pertamax Turbo.
Baca juga: Akankah Ada Kenaikan Harga BBM Non-Subsidi? Bahlil: Sedang Hitung Mundur Bersama Pertamina & Swasta
Menurutnya, kualitas bahan bakar masih menjadi pertimbangan utama, mengutip Kompas.com.
Ia juga menyebut masih kurang cocok dengan Pertamax, serta menilai pembakarannya tidak sebersih Turbo.
Hal serupa disampaikan pengguna lain, Yusuf (33). Ia memperkirakan pengeluaran bulanannya untuk BBM yang sebelumnya berada di kisaran Rp 1,8 juta hingga Rp 2 juta berpotensi meningkat akibat kenaikan harga tersebut.
“Sekarang saja sudah sekitar Rp 1,8 sampai Rp 2 jutaan per bulan. Kalau naik lagi, pasti bisa lebih dari itu,” katanya.
Yusuf mengaku cukup terkejut, meski sejak awal sudah memahami bahwa penggunaan BBM seperti Pertamax Turbo memiliki risiko fluktuasi harga. Kendati pengeluaran bertambah, ia tetap memilih bertahan karena menilai penggunaan Turbo lebih efisien dan mendukung performa kendaraan.
“Untuk sekarang masih pakai Turbo. Kalau dihitung-hitung, sebenarnya lebih hemat di konsumsi. Dulu juga selisihnya tipis dengan Pertamax, jadi sekalian pilih yang kualitasnya lebih baik,” ujarnya.
Kenaikan ini dinilai berdampak langsung ke mobil bermesin diesel modern (common-rail) yang memang direkomendasikan pakai solar berkualitas tinggi seperti Dex / Dex Lite (setara Euro 4–5).
Diketahui mesin diesel modern butuh bahan bakar bersih (sulfur rendah), sehingga tidak cocok solar subsidi biasa.
Berikut beberapa jenis mobil yang kena imbas, mengutip Tribun-Timur.com:
(Tribun Style/Tribunnews/Garudea)