Blora (ANTARA) - Sekolah Rakyat Kabupaten Blora, Jawa Tengah, kini bertransformasi menjadi sekolah berbasis digital karena seluruh siswa mendapatkan fasilitas laptop guna menunjang proses pembelajaran yang lebih modern dan interaktif.
"Bantuan laptop tersebut berasal dari Biro Umum Kementerian Sosial (Kemensos). Kehadiran perangkat ini dinilai mampu mendorong perubahan signifikan dalam metode belajar mengajar di kelas," kata Kepala Sekolah Rakyat Blora Tri Yuli Setyoningrum di Blora, Minggu.
Ia mengungkapkan setiap siswa memperoleh laptop dengan spesifikasi prosesor Intel Core i5 dan kapasitas penyimpanan sebesar 152 GB. Sementara itu, guru dan kepala sekolah menggunakan perangkat dengan spesifikasi lebih tinggi, yakni Intel Core i7, untuk mendukung proses pembelajaran secara optimal.
Tri menjelaskan pemanfaatan laptop memungkinkan siswa mengakses materi digital, mengerjakan tugas secara mandiri, serta mengeksplorasi berbagai aplikasi edukasi, sebagai salah satu upaya meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses belajar.
Menurut dia, teknologi membawa perubahan nyata di kelas karena siswa menjadi lebih aktif. Materinya juga dapat disampaikan secara visual dan interaktif. Selain itu, pemahaman siswa juga meningkat karena mereka dapat langsung mempraktikkan materi menggunakan perangkat yang tersedia.
Kehadiran fasilitas pendukung seperti smart board juga memperkuat ekosistem pembelajaran modern. Guru kini mulai memadukan metode konvensional dengan presentasi digital, video pembelajaran, serta evaluasi berbasis aplikasi.
Saat ini, kata dia, sebanyak 50 siswa dari 16 kecamatan mengikuti kegiatan belajar di Sekolah Rakyat Blora dengan didampingi 18 tenaga pendidik. Proses pembelajaran dibagi ke dalam dua kelas untuk menjaga efektivitas.
Ia berharap melalui transformasi digital ini, tidak hanya meningkatkan kualitas pembelajaran, tetapi juga membekali siswa dengan keterampilan teknologi sejak dini sebagai bekal menghadapi tantangan pada masa depan.





