TRIBUN-TIMUR.COM, SINJAI — Masjid Islamic Center di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, digunakan sebagai tempat inap oleh para pekerja proyek Sekolah Rakyat.
Masjid di Lingkungan Tanassang, Kelurahan Alehanue, Kecamatan Sinjai Utara itu berada sekitar 100 meter dari lokasi pembangunan Sekolah Rakyat.
Pantauan Reporter Tribun-Timur.com, Taqwa Minggu (19/4/2026) pukul 12.53 Wita, puluhan pekerja terlihat beristirahat di lantai satu masjid dengan menggunakan karpet sebagai alas tidur.
Selain itu, sejumlah pekerja juga membentangkan tali dari tiang masjid untuk menggantung pakaian.
Beberapa pakaian tampak dijemur di area dalam masjid.
Kondisi tersebut dinilai mengganggu estetika serta kebersihan masjid yang dikenal sebagai salah satu ikon religi di Sinjai.
Salah seorang warga setempat berinisial AM. mengaku resah dengan aktivitas para pekerja proyek tersebut.
Ia menegaskan sebagai simbol religi, kesucian dan kerapian masjid seharusnya tetap dijaga.
“Kami sangat resah. Islamic Center adalah ikon kota, tempatnya harus tertata rapi,” katanya kepada Tribun-Timur.
Menurutnya, pemandangan pakaian yang dijemur di area masjid sangat tidak elok dan mengganggu kenyamanan masyarakat yang hendak beribadah.
“Masa biar bajunya dijemur dalam masjid juga,” ujarnya.
Warga lainnya, AR menilai pihak pengembang maupun kontraktor proyek Sekolah Rakyat lalai dalam menyediakan fasilitas tempat istirahat yang layak bagi para pekerja.
“Harusnya ini pihak pengembang menyediakan tempat pekerjanya. Jangan masjid digunakan,” katanya.
Ia mendesak pengelola Islamic Center maupun kontraktor pelaksana mengambil langkah tegas.
“Yah semoga ada solusi agar fungsi masjid kembali sebagaimana mestinya,” ujarnya.
Sekolah Rakyat
Sekolah Rakyat adalah program pendidikan yang ditujukan untuk memberikan akses belajar gratis atau terjangkau bagi masyarakat kurang mampu.
Biasanya, Sekolah Rakyat hadir untuk:
Ciri utamanya:
Di Indonesia, istilah “Sekolah Rakyat” juga pernah digunakan pada masa awal kemerdekaan sebagai bentuk pendidikan dasar bagi masyarakat luas, sebelum sistem sekolah formal berkembang seperti sekarang. (*)