TRIBUNBATAM.id - Seorang ibu Bhayangkari terciduk asyik berduaan oknum TNI dalam kamar kos di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).
Markas Besar TNI Angkatan Darat angkat bicara rerkait dugaan perselingkuhan oknum prajurit di Kota Kendari.
Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono mengatakan pihaknua telah menerima informasi tersebut.
"Saat ini sedang melakukan pendalaman melalui unsur Polisi Militer," kata Donny saat dihubungi Tribunnews.com pada Minggu (19/4/2026).
Dia mengonfirmasi terdapat seorang oknum prajurit berinisial Pratu WI dari satuan Kodim 1430/Konut yang telah diamankan oleh Denpom XIV/3 Kendari untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Ia menekankan peristiwa itu merupakan persoalan pribadi prajurit tersebut dan tidak terkait dengan pelaksanaan tugas kedinasan.
"Saat ini yang bersangkutan masih dalam proses pemeriksaan guna mengetahui secara utuh kronologi dan fakta yang terjadi," kata Donny.
"Kami memastikan proses ini dilakukan secara objektif dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku, dengan tetap menjunjung tinggi profesionalitas," lanjut dia.
Ia menegaskan setiap pelanggaran yang dilakukan oleh prajurit, khususnya yang menyangkut disiplin dan norma, akan ditindak tegas sesuai aturan yang berlaku di lingkungan TNI.
Terakhir, kami mengimbau kepada masyarakat untuk menyikapi informasi yang beredar secara bijak dan tidak menggeneralisasi tindakan oknum prajurit sebagai gambaran institusi.
"TNI AD secara konsisten berkomitmen menjaga profesionalitas, integritas, dan kehormatan setiap prajuritnya," pungkasnya.
Seorang ibu Bhayangkari terciduk asyik berduaan oknum TNI dalam kamar kos di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).
Sosok wanita inisial TR diciduk suami sahnya di indekos Kelurahan Anduonohu, Kecamatan Poasia, Jumat (17/4/2026).
Pantauan TribunnewsSultra.com, ibu Bhayangkari TR dan oknum TNI inisial Pratu WI tak berkutik saat digerebek.
Sosok pria berkaus hitam bertuliskan 'Halo Dek' bersembunyi di balik lemari pakaian, sementara TR tengah duduk di atas ranjang.
Di tempat kejadian perkara, tampak dipadati warga yang menyaksikan penggerebekan tersebut.
Personel Polsek Poasia, Polresta Kendari, hingga Brimob Polda Sultra telah berada di lokasi untuk mengamankan situasi.
Sementara oknum TNI Pratu WI diamankan dua petugas Detasemen Polisi Militer (Denpom) XIV/3 Kendari untuk diperiksa.
Komandan Denpom XIV/3 Kendari, Mayor CPM Haryadi Budaya Pela, saat dikonfirmasi terkait hal ini belum memberi tanggapan.
Jarak Kelurahan Anduonohu dengan Markas Denpom XIV/3 Kendari sekira 10,5 kilometer (km), waktu tempuh 21 menit berkendara motor atau mobil.
Markas Denpom berada di Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. (*)
(TribunnewsSultra.com/La Ode Ahlun Wahid)