Profesi Pemandu Gunung di Jateng Banyak Diminati, 300 Orang Ingin Ikut Pelatihan
rika irawati April 19, 2026 02:07 PM

 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG – Profesi pemandu gunung di Jawa Tengah banyak diminati. 

Terbukti, sekitar 300 orang mendaftar sebagai peserta pelatihan pemandu gunung yang dibuka Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Tengah. 

Padahal, hanya 16 orang yang akan dilatih di Balai Latihan Kerja (BLK) Semarang, milik Disnakertrans Jateng.  

"Pelatihan pemandu gunung itu satu angkatan 16 orang, yang mendaftar itu 300 lebih." 

"Yang sampai tes wawancara ada 78, yang keterima 16," kata Kepala Disnakertrans Jateng Ahmad Aziz saat dikonfirmasi, Jumat (17/4/2026).

Baca juga: Balita 1,5 Tahun Dikabarkan Hipotermia saat Naik Gunung Ungaran dengan Orangtua, Begini Kronologinya

Aziz mengatakan, banyaknya peminat sebagai pemandu gunung seiring dengan besarnya animo pendakian gunung di Jawa Tengah. 

Catatannya, ada 19 gunung di Jawa Tengah yang kerap dikunjungi pendaki. 

"Potensi gunung di Jawa Tengah itu ternyata besar. Ada kurang lebih 19 gunung yang biasa didaki oleh teman-teman kita," katanya.  

"Ada sekitar 500 ribu lebih (pendaki) selama setahun di Jateng," imbuhnya. 

Potensi Wisata

Besarnya angka ini, kata Aziz, aktivitas pendakian gunung bisa serius digarap sebagai potensi wisata. 

Ada tiga sektor yang membutuhkan berbagai tenaga kerja, seperti pemandu, porter, hingga penerjemah untuk pendaki mancanegara.  

"Berarti kan ada peluang tiga lapangan kerja," katanya.

Baca juga: Berada di Zona Merah, Pendakian Gunung Slamet via Baturraden Lestari Ditutup. 21 Pendaki Sudah Turun

Di samping itu, setiap gunung dinilai memiliki ciri khas, baik dari sisi alam maupun budaya masyarakat di sekitarnya.  

Perbedaan itu menjadi nilai tambah yang dapat dikemas dalam paket wisata.  

"Setiap gunung itu ada karakteristik masing-masing. Yang di bawahnya ada budaya masyarakatnya berbeda-beda." 

"Itu kan menjadi daya tarik dan daya jual (bagi wisatawan),” lanjutnya.  

Pelatihan bagi pemandu gunung di BLK Semarang ini diharapkan dapat mencetak tenaga kerja terampil sesuai kebutuhan sektor wisata pendakian gunung. (Kompas.com/Titis Anis Fauziyah) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.