OIKN Dorong Penguatan Kesehatan Ibu dan Anak, Minta KontribusI Nyata Tenaga Medis di IKN
Miftah Aulia Anggraini April 19, 2026 02:08 PM

TRIBUNKALTIM.CO, NUSANTARA - Otorita Ibu Kota Nusantara atau OIKN mendorong penguatan layanan kesehatan ibu dan anak di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).

OIKN sekaligus meminta kontribusi nyata tenaga medis untuk mendukung pembangunan sumber daya manusia di ibu kota baru.

Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat OIKN, Alimuddin, menyatakan pihaknya memfasilitasi pelantikan Pengurus Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Cabang Kalimantan Timur periode 2025–2028 sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem kesehatan di IKN.

“Pertama, kami memfasilitasi POGI Kaltim untuk melaksanakan kegiatan kepengurusan periode 2025–2028 di IKN. Ini bukan hanya pelantikan, tetapi juga bagian dari kontribusi nyata tenaga medis,” ujarnya, Minggu (19/4/2026).

Baca juga: Basuki Hadimuljono Ubah Cara Pandang Pegawai OIKN, dari Merantau Jadi Pulang ke IKN

Ia menekankan, keberadaan dokter spesialis obstetri dan ginekologi diharapkan tidak hanya berperan di lingkungan internal, tetapi juga memberikan edukasi dan pelayanan kepada masyarakat di kawasan IKN.

“Tentu seperti pesan dari pimpinan Otorita, bagaimana dokter-dokter obgyn ini bisa memberikan sumbangsih pengetahuan kepada masyarakat. Karena semua berawal dari kesehatan, khususnya kesehatan ibu dan anak,” jelasnya.

Menurut Alimuddin, pembangunan IKN tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga kualitas sumber daya manusia.

Target besar yang ingin dicapai adalah menekan angka kemiskinan hingga nol pada 2035.

Baca juga: ‎OIKN Prioritaskan Hadapi Korporasi, Target 65 Persen Kawasan Hutan IKN jadi Tantangan Berat‎

“Untuk mencapai target zero kemiskinan di IKN pada 2035, semuanya harus dimulai dari masyarakat yang sehat. Generasi unggul dan generasi emas itu lahir dari ibu dan anak yang sehat,” tegasnya.

Selain itu, OIKN juga terus mendorong peningkatan standar layanan kesehatan di wilayah tersebut.

Meski telah tersedia fasilitas seperti puskesmas, pengembangan layanan akan terus dilakukan dengan mengadopsi standar terbaik dari berbagai daerah.

“Standar yang kami maksud adalah standar layanan. Kita ingin layanan kesehatan di IKN terus berkembang, tidak menutup kemungkinan mengadopsi fungsi-fungsi layanan kesehatan terbaik dari daerah lain,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua POGI Kaltim, Noviana Indarti, menegaskan komitmen organisasi untuk menekan angka kematian ibu dan bayi melalui program kolaboratif lintas sektor, peningkatan kapasitas tenaga medis, serta penguatan layanan hingga ke daerah terpencil. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.