Bukan Sekadar Stadion! Jakpro Berencana Sulap JIS Jadi Kawasan Ekonomi Raksasa Jakarta
Satrio Sarwo Trengginas April 19, 2026 03:07 PM

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - PT Jakarta Propertindo (Jakpro) menyambut positif arahan Gubernur DKI Jakarta dalam BUMD Leaders Forum 2026 yang digelar pada Jumat (17/4/2026) kemarin di Ancol, Jakarta Utara.

Bagi Jakpro, forum tersebut bukan sekadar titik awal, melainkan penegasan bahwa strategi yang dijalankan selama ini sudah berada di jalur yang tepat dan siap dipercepat.

Pengembangan Kawasan Terpadu Jadi Motor Pertumbuhan

Jakpro terus memperkuat perannya sebagai city master developer melalui pengembangan kawasan berbasis aset strategis. 

Salah satu yang menjadi sorotan adalah kawasan Jakarta International Stadium (JIS) yang akan terkoneksi dengan layanan KRL pada Juni 2026, serta ke depan terintegrasi dengan jaringan LRT Jakarta.

Kawasan ini dikembangkan sebagai ekosistem terpadu yang menggabungkan fungsi olahraga, komersial, hingga ruang publik. 

Selain itu, konektivitas juga diperkuat melalui jalur pedestrian terintegrasi JIS–Ancol guna meningkatkan aksesibilitas sekaligus mendorong terbentuknya koridor ekonomi baru di Jakarta Utara.

“Penguatan konektivitas ini mendorong peningkatan aktivitas kawasan, terlihat dari semakin tingginya kunjungan dan pemanfaatan venue, serta mulai terbentuknya simpul ekonomi baru di wilayah Jakarta Utara,” ucap Direktur Utama Jakpro Iwan Takwin dalam keterangannya, Minggu (19/4/2026).

“Pengembangan kawasan berbasis mixed-use dan transit-oriented development (TOD) selanjutnya akan memperkuat nilai investasi jangka panjang sekaligus mendukung pertumbuhan kota yang lebih terintegrasi,” sambungnya.

Pembiayaan Inovatif, Kurangi Ketergantungan APBD

Dalam menjalankan proyek strategis, Jakpro mengedepankan skema creative financing seperti project financing, revenue sharing, hingga kemitraan investasi dengan sektor swasta.

Pendekatan ini diterapkan dalam berbagai proyek berbasis aset, termasuk pengelolaan fasilitas sportainment dan seni budaya seperti JIS, Velodrome, dan Taman Ismail Marzuki (TIM), serta pengembangan proyek komersial tanpa bergantung langsung pada APBD.

Sepanjang 2025, total kunjungan ke tiga venue tersebut mencapai lebih dari 3,5 juta orang dengan lebih dari 750 event digelar. Sementara itu, Customer Satisfaction Index (CSI) tercatat di atas 88 persen.

“Ini artinya bahwa tingkat kepuasan pelanggan terhadap venue pada kategori Sangat Baik. Jakpro fokus pada aktivasi venue JIS, Velodrome, dan TIM sebagai upaya meningkatkan awareness publik dan membangkitkan crowd untuk menciptakan nilai tambah dan dampak pengali di masa depan,” ujarnya.

Revitalisasi Pasar Muara Karang Dikebut

Selain itu, Jakpro juga tengah mengakselerasi revitalisasi Pasar Muara Karang. Proyek ini ditargetkan rampung pada semester kedua tahun ini.

Saat ini, seluruh pekerjaan pondasi dan struktur bawah telah selesai 100 persen. 

Pengerjaan kini difokuskan pada struktur atas yang sudah mencapai lantai enam untuk sekitar 50 persen area bangunan.

Pasar Muara Karang tidak hanya dirancang sebagai tempat transaksi, tetapi juga sebagai bagian dari upaya mendukung visi Pemprov DKI Jakarta menjadikan ibu kota sebagai kota global yang inklusif, modern, dan berkelanjutan di bawah kepemimpinan Gubernur Pramono Anung.

Optimalisasi Aset dan Lonjakan Ridership LRT

Jakpro juga terus mengoptimalkan aset untuk menciptakan sumber pendapatan berkelanjutan. 

Hal ini terlihat dari meningkatnya aktivitas di berbagai venue serta pertumbuhan ridership LRT Jakarta.

Ke depan, Jakpro menargetkan percepatan pembangunan LRT Jakarta Fase 1B rute Velodrome–Manggarai. 

Jika telah beroperasi, jumlah penumpang harian diproyeksikan melonjak hingga 80.000 orang, meningkat signifikan dari kapasitas saat ini di Fase 1A yang berkisar 3.500–4.000 penumpang per hari.

Selain itu, berbagai kerja sama komersial berbasis aset terus diperluas, termasuk melalui skema revenue sharing, kemitraan dengan tenant, hingga pengembangan sumber pendapatan baru seperti naming rights, kolaborasi brand, dan monetisasi kawasan.

Peran Anak Usaha Perkuat Ekosistem Bisnis

Langkah strategis Jakpro juga diperkuat oleh peran anak usaha di berbagai sektor. 

Mulai dari pengembangan jaringan telekomunikasi, energi termasuk renewable energy, kawasan mixed-use, hingga layanan konsultansi untuk memastikan proyek berjalan efektif dan sesuai standar.

“Jakpro menegaskan perannya tidak hanya sebagai pelaksana pembangunan, tetapi sebagai pengelola investasi dan penggerak kawasan yang mampu menciptakan nilai ekonomi sekaligus memberikan manfaat nyata bagi Masyarakat,” tuturnya.

Jakpro pun memastikan akan terus mengakselerasi langkah strategis secara konsisten dan terukur guna mendorong BUMD yang mandiri, adaptif, dan berdaya saing, sekaligus memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global.

Berita terkait

  • Baca juga: Jakpro dan Persija Buka-Bukaan ke Pramono soal Rumput JIS, Singgung Kelayakan
  • Baca juga: Kabar Baik! Stasiun KRL JIS Ditargetkan Beroperasi Mulai Juni 2026 Bertepatan HUT ke-499 Jakarta
  • Baca juga: Di Tengah Tren Minor Persija, Gubernur Pramono Turun Gunung Benahi Rumput JIS

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.