Status Siaga Karhutla di Muaro Jambi Masih Menunggu Rapat Koordinasi
Heri Prihartono April 19, 2026 04:11 PM

TRIBUNJAMBI.COM - Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi hingga saat ini belum menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Keputusan tersebut masih menunggu hasil koordinasi menyeluruh dengan instansi terkait.

​Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Muaro Jambi, Anari, menyatakan bahwa penentuan status tersebut akan diputuskan melalui rapat koordinasi lintas sektoral yang dijadwalkan dalam waktu dekat.

​“Untuk status, kita masih menunggu hasil rapat besok. Di situ nanti akan dibahas bersama semua pihak,” ujar Anari saat dikonfirmasi, baru-baru ini.

​Menurutnya, penetapan status ini sangat krusial karena akan menjadi landasan hukum dan prosedur dalam mengambil langkah-langkah lanjutan penanganan di lapangan.

Meski status resmi belum keluar, Anari menegaskan bahwa personel BPBD tidak tinggal diam.

​Upaya preventif terus berjalan, di antaranya melakukan pemetaan wilayah rawan kebakaran serta memperkuat koordinasi hingga ke tingkat kecamatan.

​“Kami tidak menunggu (status ditetapkan). Pemetaan ini adalah bagian dari kesiapsiagaan awal kami,” tegasnya.

​Melalui pemetaan yang lebih rinci dan akurat, BPBD berharap penanganan karhutla tahun ini dapat berjalan lebih cepat, efektif, dan terarah.

Fokus utama pemerintah saat ini adalah melakukan deteksi dini guna meminimalisir munculnya titik api (hotspot).

​“Harapannya tentu kita bisa mencegah sebelum terjadi. Jangan sampai api sudah besar baru kita bergerak,” pungkas Anari. 

Anari mengatakan, hingga kini status siaga karhutla di Muaro Jambi belum ditetapkan. Pemerintah Daerah, kata dia, masih menunggu hasil rapat koordinasi lintas instansi yang akan digelar nantinya. 

“Untuk status, kita masih menunggu hasil rapat besok. Di situ nanti akan dibahas bersama semua pihak,” jelasnya.

Anari menjelaskan, keputusan tersebut penting karena akan menentukan langkah lanjutan dalam penanganan karhutla.

BPBD, katanya, tidak menunggu sampai status ditetapkan untuk bergerak. Sejumlah langkah awal telah dilakukan, termasuk pemetaan dan koordinasi di tingkat kecamatan.

“Kami tidak menunggu. Pemetaan ini bagian dari kesiapsiagaan awal,” katanya.

Anari berharap, dengan pemetaan yang lebih rinci, penanganan karhutla tahun ini bisa lebih cepat dan terarah.

“Harapannya tentu kita bisa mencegah sebelum terjadi. Jangan sampai sudah besar baru kita bergerak,” pungkasnya.  (TRIBUNJAMBI.COM/MUZAKKIR)

Baca juga: 73 Desa di Muaro Jambi Masuk Zona Merah Karhutla, Kumpeh Terbanyak

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.