Lubuk Basung (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat melakukan imunisasi tambahan secara massal di daerah yang mengalami wabah atau memiliki cakupan imunisasi rendah, guna menekan penyebaran penyakit campak.
Kepala Dinas Kesehatan Agam Hendri Rusdian di Lubuk Basung, Minggu, mengatakan imunisasi tambahan atau Outbreak Response Immunization (ORI) telah dilakukan di sejumlah wilayah.
Dia menyebutkan, wilayah dimaksud antara lain di Kecamatan Palembayan, Kecamatan Lubuk Basung, Kecamatan Sungai Pua, Kecamatan Ampek Angkek, Kecamatan Ampek Koto, Kecamatan Matur, Kecamatan Tanjung Raya, dan Kecamatan Kamang Magek.
"Daerah ini yang mengalami wabah atau memiliki cakupan imunisasi rendah," katanya.
Ia menyebutkan Dinas Kesehatan Agam juga melakukan imunisasi rutin campak kepada bayi berusia sembilan bulan di puskesmas dan posyandu.
Lalu melakukan kampanye imunisasi dengan cara melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya imunisasi campak.
Pihaknya juga melakukan deteksi dini memantau kasus, melaporkan dan menyelidiki setiap kasus campak yang dicurigai secara cepat.
"Kita melakukan survei untuk mendeteksi dini kasus campak," katanya.
Ia menambahkan, Dinas Kesehatan Agam juga melakukan investigasi wabah dengan cara menelusuri sumber penularan dan mengidentifikasi kelompok rentan saat terjadi wabah.
Penanganan kasus dengan melakukan isolasi dan perawatan penderita atau menganjurkan isolasi penderita guna mencegah penularan, serta memberikan perawatan suportif seperti memberikan vitamin A dan obat demam.
Selain itu, memberikan edukasi dan sosialisasi dengan cara melakukan kampanye guna meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penyakit campak dan mengedukasi masyarakat tentang gejala campak, cara penularan, dan pentingnya imunisasi.
"Respons cepat terhadap wabah dilakukan dengan membentuk tim gerak cepat. Berbagai upaya lain juga sudah dilakukan guna menangani dan menekan penyebaran penyakit campak," katanya.
Sejak Januari hingga 18 April 2026 jumlah positif campak tercatat sebanyak 59 kasus dan tahun sebelumnya 48 kasus. Pihaknya berharap dengan berbagai upaya yang dilakukan kasus campak akan terus berkurang.





