Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, siap menindaklanjuti permintaan Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi untuk mengalokasikan 7,5 persen Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk pembangunan infrastruktur.
Berdasarkan data Kementerian Keuangan menunjukan anggaran belanja daerah pada APBD Kota Bandung Bandung 2026 sekitar Rp 7,6 triliun.
Nantinya, sebagian anggaran itu akan dialokasikan untuk perbaikan jalan, drainase, dan pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU).
"Sedang mau direview lagi. Sejauh ini sih kelihatannya iya (sudah 7,5 persen), tap ada pergeseran perubahan lagi nih, dinamis sekali. Minggu depan kita akan review bersama Bappeda Jawa Barat," ujar Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, Minggu (19/4/2026).
Baca juga: Dedi Mulyadi Ancam Tak Tandatangani RAPBD Kab/Kota jika Tak Sediakan 7,5 Persen untuk Infrastruktur
Farhan mengatakan, untuk saat ini pihaknya sudah mengalokasikan anggaran Rp 300 miliar untuk pembangunan infrastruktur di Kota Bandung seperti perbaikan jalan, drainase, dan pemasangan PJU.
"Semuanya, pokoknya untuk infrastruktur jalan itu," katanya
Farhan mengatakan, perbaikan ruas jalan tersebut akan segera dilaksanakan pada bulan Mei 2026. Saat ini pihaknya masih mereview beberapa bentuk perencanaan, sedangkan untuk tender sudah dilaksanakan.
"Nah, insyaallah nanti kita akan langsung melakukan pembangunan pada awal bulan Mei. Perbaikan-perbaikan tentu saja sangat mendasar, tapi memang ada koordinasi yang sangat kompleks," ucap Farhan.
Koordinasi tersebut, kata dia, akan dilaksanakan antara Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) dengan PT Bandung Infra Investama (BII) serta Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel) sebagai pelaksana proyek Proyek Infrastruktur Pasif Telekomunikasi (IPT).
"Itu agar saat penggalian dari IPT ini tidak kemudian bertabrakan atau tumpang tindih dengan perbaikan dan pembangunan infrastruktur jalan," katanya.
Baca juga: Marc Klok Pastikan Pesib Habis-habisan untuk Rebut 3 Poin dari Tuan Rumah Dewa United
Farhan mengatakan, perbaikan infrastruktur jalan itu nantinya akan meliputi badan jalan dan trotoar. Khusus untuk trotoar pihaknya akan mengubah desain supaya tinggi dan tentunya harus ada pembatas supaya tidak dijadikan sebagai tempat parkir motor dan mobil,
"Tapi tetap harus aksesibel untuk kursi roda dan juga disabilitas. Tidak mudah memang, karena biasanya kalau untuk disabilitas ada aksesnya, motor tetap bisa masuk gitu, jadi itu yang sedang kita pertimbangkan," ujar Farhan.
Kemudian untuk drainase, kata dia, tentu harus banyak membuat terobosan-terobosan, tetapi memang tidak mudah karena sekarang ini terobosan tersebut sering kali bertabrakan dengan infrastruktur utilitas yang ada di bawah.
"Terutama dengan pipa, ada tiga pipa yang sangat kami khawatir, satu pipa air PDAM, kedua pipa gas dari PGN, dan yang ketiga adalah pipa dari Pertamina, itu yang sedang kita pertimbangkan," ujarnya,
Sedangkan untuk PJU, pihaknya sedang fokus untuk penambahan di Jalan Soekarno-Hatta. Namun, kata Farhan, koordinasinya memang tidak mudah sama sekali karena harus melibatkan pemerintah pusat.
"Tapi kita sedang upayakan penambahan PJU itu dari Samsat ke arah timur, Cibiru. Pada saat bersamaan pemerintah provinsi juga akan sangat membantu," kata Farha.
Pemprov Jabar, kata Farhan, akan melakukan perbaikan infrastruktur di ruas Jalan Pasteur sampai ke Gasibu, lalu dari ruas Jalan Setiabudi atau Ledeng sampai ke Cihampelas, kemudian Sukajadi juga akan dilakukan pembenahan. (*)