Duduk Santai Nikmati Kebakaran Rumah Ortu dan Adik, Pelaku Terpicu Mantan Istri Nikah Lagi
Ignatia Andra April 19, 2026 07:14 PM

 

TRIBUNJATIM.COM - Kondisi memilukan terjadi dengan kediaman sebuah keluarga di Kabupaten Deli Serdang baru-baru ini.

Kebakaran menghanguskan dua rumah di Jalan Harapan, Dusun V, Gang Kasirin, Desa Pujimulyo, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Sabtu (18/4/2026).

Bukan terbakar akibat korsleting listrik atau gas meledak seperti biasanya.

Rumah bergandengan yang ditinggali sepasang wanita dan laki-laki lanjut usia (Lansia) itu dibakar oleh anaknya sendiri.

Rumah tersebut merupakan rumah yang ditinggali pasangan lansia dan anak lainnya perempuan.

Duduk santai nikmati hasil perbuatannya

Pelaku merupakan kakak tertua Yani, korban kebakaran hingga tak tersisa apapun di rumah tersebut.

Rumah Yani, adik kandung pelaku itu benar-benar habis dilalap api karena perbuatan pelaku yang adalah kakaknya sendiri.

Yani mengatakan, begitu abangnya membakar bantal dan kasur di kamar kedua orangtuanya, ia keluar.

Bukannya kabur, Agus malah duduk beberapa meter di depan rumah sambil menonton api membakar kedua rumah tanpa rasa bersalah.

"Sudah siap dibakar, dia duduk tenang disitu, di luar, di pinggir parit itu. Enggak lari, diam saja,"kata Yani, Sabtu (18/4/2026), dikutip TribunJatim.com via Tribun Medan, Minggu (19/4/2026).

"Sedangkan api sudah naik ke atas," sambungnya.

Baca juga: Korban Jiwa Kebakaran Rumah di Jombang Bertambah Jadi 2 Orang, Keduanya Pekerja Rumah Tangga

Kronologi

Yani, mengungkapkan bagaimana kebakaran terjadi akibat dibakar Abang kandungnya yang diduga pecandu narkoba. 

Awalnya, sekira pukul 09:30 WIB, Yani, anak, dan suaminya sedang berada di dalam rumah.

Rumah mereka dengan rumah kedua orangtuanya bergandengan, hanya berbatasan dinding.

Tak lama kemudian, mereka melihat api disertai asap dari samping kiri rumah.

Kemudian mereka langsung bergegas keluar rumah untuk menyelamatkan diri.

Begitu dilihat ke sumber api, berasal dari bantal dan kasur yang dibakar Abang kandungnya sendiri bernama Agus.

Baca juga: Korban Jiwa Kebakaran Rumah di Jombang Bertambah Jadi 2 Orang, Keduanya Pekerja Rumah Tangga

Kemudian api begitu cepat merembet sampai akhirnya membakar rumah dua rumah sekaligus.

"Dari rumah mamak, yang dibakar pakai bantal sama kasur sama Abang. Abang kandung saya."

Dipicu persoalan mantan istri

Menurut Yani, Abang kandungnya tersebut mengalami gangguan kejiwaan usai berpisah dengan istrinya.

Lalu, ia juga diduga merupakan pecandu narkoba.

Ditambah, menurut abangnya, mantan istrinya sudah menikah dengan pria lain karena campur tangan ibu mereka.

Sehingga Agus emosi, mencari keberadaan ibu dan ayahnya yang sedang bekerja mencari barang bekas.

Karena tak ketemu, ia langsung membakar rumah orang tuanya.

"Mamak saya tidak ada menikahkan bininya (istrinya, red). Katanya bininya dinikahi lagi sama orang di ujung sana, mama yang nikahkan. Tapi enggak ada. Dia merekayasa," ungkapnya.

Viral bandar narkoba rumahnya dibakar

Aksi warga tersebut viral di media sosial.

Warga yang terdiri dari lelaki dan perempuan menggeruduk sebuah rumah permanen yang disebut rumah bandar narkoba.

Dalam video itu, warga melempar rumah dan mendobrak gerbang masuk.

Sejumlah sepeda motor yang mereka temukan di rumah itu dirusak dan dimasukkan ke dalam parit.

Warga tampak sudah sangat marah. Sejumlah sepeda motor dan barang-barang di rumah diduga pelaku dibakar massa.

Petugas kepolisian yang berada di lokasi kewalahan menenangkan warga.

Baca juga: Dua Polisi Terima Setoran dari Bandar Narkoba Total Rp 110 Juta, Dikirim Tiap Minggu

Dalam video itu warga juga menyebutkan, aksi ini dilakukan karena warga sudah muak akibat lambatnya penegak hukum Polres Rokan Hilir terhadap pelaku narkoba.

"Ini di Panipahan, Rokan Hilir. Ini rumah bandar sabu. Inilah kalau sudah masyarakat yang bertindak, akibat lemahnya penegak hukum," kata warga dalam video viral tersebut.

Dalam orasinya, massa mendesak polisi untuk segera menutup seluruh tempat yang diduga menjadi lokasi peredaran narkoba dan meminta menangkap seseorang berinisial MA yang diduga pengedar sabu.

Warga juga mengancam akan kembali melakukan aksi jika tuntutan mereka tidak segera ditindaklanjuti.

Sekitar pukul 16.20 WIB, warga bersama para tokoh masyarakat dan unsur pemerintahan, bergerak menuju rumah seorang warga bernama Ali yang diduga terkait jaringan narkoba.

Di lokasi, emosi massa memuncak hingga terjadi aksi pelemparan, perusakan, bahkan pembakaran.

Jumlah massa yang awalnya sekitar 150 orang meningkat drastis menjadi sekitar 500 orang.

Dalam aksi tersebut, 4 unit sepeda motor dibakar, sementara barang-barang di dalam rumah dikeluarkan dan ikut dibakar di depan rumah.

Rumah tersebut juga sempat dibakar, meskipun api tidak langsung membesar karena bangunan terbuat dari beton.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.