Update Harga BBM di Sumatera Barat Minggu 19 April 2026: Pertamax Turbo Tembus Rp 20.250
Arif Ramanda Kurnia April 19, 2026 07:46 PM

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - PT Pertamina Patra Niaga kembali melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi yang berlaku di seluruh wilayah Indonesia, termasuk Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).

Bagi masyarakat di Sumbar yang hendak mengisi bahan bakar di SPBU hari ini, Minggu (19/4/2026), penting untuk menyimak daftar harga terbaru agar tidak kaget saat melakukan pembayaran di mesin pompa.

Berdasarkan data resmi dari laman pertaminapatraniaga.com, harga sejumlah jenis BBM di Sumatera Barat terpantau mengalami fluktuasi dibandingkan periode bulan sebelumnya, terutama untuk jenis bahan bakar mesin diesel dan bensin kualitas tinggi.

Baca juga: Jangan Solar yang Naik, Pusing Jadinya, Keluh Pengendara di Padang Saat Dexlite Rp24.650

Penyesuaian harga ini dilakukan secara berkala oleh Pertamina dengan mempertimbangkan tren harga minyak mentah dunia serta nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

Untuk wilayah Sumatera Barat, harga BBM jenis Pertamax (RON 92) saat ini dibanderol sebesar Rp 12.900 per liter. Harga ini sedikit berbeda dengan wilayah Pulau Jawa yang cenderung lebih rendah karena perbedaan biaya distribusi dan kebijakan pajak daerah (PBBKB).

Sementara itu, bagi pengguna kendaraan yang membutuhkan performa mesin lebih maksimal, harga Pertamax Turbo di Sumatera Barat kini berada di angka Rp 20.250 per liter. Angka ini menunjukkan kenaikan signifikan yang mulai berlaku efektif pada pertengahan April 2026.

Beralih ke sektor bahan bakar mesin diesel, para pengguna kendaraan bermesin diesel modern di Sumbar harus merogoh kocek lebih dalam. Harga Dexlite saat ini dipatok seharga Rp 24.650 per liter.

Kenaikan yang cukup mencolok juga terjadi pada produk unggulan diesel lainnya, yakni Pertamina Dex. Di wilayah Sumatera Barat, harga Pertamina Dex hari ini menembus angka Rp 24.950 per liter.

Kenaikan harga pada jenis bahan bakar nonsubsidi ini tentu menjadi perhatian bagi para pengusaha logistik dan pemilik kendaraan pribadi. Pasalnya, kenaikan ini berdampak langsung pada biaya operasional harian.

Meskipun harga BBM nonsubsidi mengalami penyesuaian yang cukup dinamis, pemerintah bersama Pertamina masih mempertahankan harga BBM penugasan dan subsidi untuk menjaga daya beli masyarakat luas.

Untuk harga Pertalite (RON 90), masyarakat di Sumatera Barat masih bisa menikmatinya dengan harga tetap, yakni Rp 10.000 per liter. Harga ini berlaku seragam di seluruh SPBU di Indonesia tanpa ada kenaikan.

Senada dengan Pertalite, harga Solar subsidi atau Biosolar juga tidak mengalami perubahan. Para sopir truk dan angkutan umum di Sumbar masih membeli Biosolar dengan harga Rp 6.800 per liter.

Baca juga: Harga Pangan di Solok Selatan April 2026: Beras dan Minyak Goreng Merangkak Naik, Cabai Justru Turun

Berikut adalah ringkasan daftar harga BBM Pertamina di Sumatera Barat per 19 April 2026:

Pertalite: Rp 10.000

Biosolar: Rp 6.800

Pertamax: Rp 12.900

Pertamax Turbo: Rp 20.250

Dexlite: Rp 24.650

Pertamina Dex: Rp 24.950

Pantauan TribunPadang.com sekitar pukul 12.00 WIB di salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di kawasan Jalan Prof. Dr. Hamka, Kelurahan Parupuk Tabing, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat, menunjukkan hanya dua jenis BBM yang mengalami kenaikan harga, yakni Pertamax Turbo dan Pertamina Dex.

Pengawas SPBU setempat, Deka, membenarkan adanya kenaikan tersebut.

"Iya benar, hari ini ada kenaikan harga di beberapa jenis, seperti Pertamax Turbo dan Pertamina Dex," ujarnya saat dikonfirmasi.

Ia menjelaskan, harga Pertamax Turbo kini berada di angka Rp20.250 per liter, naik dari sebelumnya Rp13.650 per liter atau mengalami kenaikan sekitar Rp6.600.

Sementara itu, Pertamina Dex naik menjadi Rp24.950 per liter dari sebelumnya Rp15.100 per liter, atau bertambah sekitar Rp9.850.

Di sisi lain, harga BBM jenis lainnya masih belum mengalami perubahan. Pertamax masih dijual di angka Rp12.900 per liter, Pertalite Rp10.000 per liter, dan Bio Solar tetap di harga Rp6.800 per liter.

"Kalau BBM subsidi belum ada mengalami kenaikan. Jadi hari ini yang naik itu baru BBM non-subsidi saja," kata Deka.

Meski terjadi kenaikan harga pada BBM non-subsidi, kondisi di SPBU tersebut terpantau normal. Tidak terlihat adanya kepanikan pembelian maupun antrean panjang kendaraan. Antrean bahkan tidak sampai keluar dari area SPBU.

Menurut Deka, pola pembelian BBM oleh masyarakat juga tidak mengalami perubahan signifikan. Ia menyebutkan bahwa penggunaan BBM non-subsidi di lokasi tersebut relatif rendah.

"Kalau penggunaan BBM non-subsidi itu bisa dikatakan jarang di sini, hanya orang-orang tertentu saja. Jadi lebih banyak yang menggunakan BBM subsidi," ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa stok Bio Solar di SPBU tersebut dalam kondisi aman dan tetap menjadi jenis BBM yang paling banyak diminati masyarakat.

"Alhamdulillah stok Solar di sini bisa dikatakan cukup dan setiap hari selalu ramai yang membeli. Tapi kali ini memang agak sepi dari biasanya," katanya.

Biasanya, antrean pembelian solar bisa memanjang hingga ke luar area SPBU. Kondisi tersebut umumnya terjadi ketika pasokan di SPBU lain kosong sehingga masyarakat beralih ke lokasi tersebut.

"Biasanya antrean bisa sampai ke jalan, itu kemungkinan karena di SPBU lain habis, jadi pindah ke sini," tutupnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.