Tahukah detikers, ada anak burung yang harus mendengarkan suara emaknya agar tak jadi mangsa predator. Mereka tak hanya mengandalkan insting bawaan, tetapi juga bisa mengenali bahaya dengan mendengarkan suara emaknya.
Seperti yang diketahui, burung-burung menggunakan suara tertentu untuk berkomunikasi dan menghindari bahaya. Namun, anakan burung gagak (genus Coloeus) memiliki cara khas agar terhindar dari pemangsa.
Cara Burung Gagak Belajar Waspada
Dalam studi yang terbit jurnal Biology Letters Vol. 22 pada 1 Maret 2026, ditemukan bahwa ketika ada suara predator dan suara peringatan induknya, anakan burung gagak menjadi lebih waspada. Burung gagak muda, menjadi lebih waspada ketika mendengar suara itu lagi.
"Studi kami menunjukkan bahwa anak burung gagak dapat mempelajari bahaya yang mungkin mereka hadapi pada masa depan dengan mendengarkan burung dewasa," kata Hannah Broad , penulis utama studi dan peneliti di Pusat Ekologi dan Konservasi Universitas Exeter, dikutip dari Popular Science.
Dalam studi, peneliti mengamati anak burung jackdaw berusia 20-30 hari di 39 sarang liar di Inggris. Hasil observasi menunjukkan bahwa mereka lebih waspada terhadap predator jika suara predator dikaitkan dengan panggilan alarm induknya.
Broad dan rekan-rekannya juga mengungkapkan bahwa anak burung gagak tidak belajar takut pada suara burung yang bukan predator. Bahkan ketika suara itu dipasangkan dengan suara peringatan, proses pembelajaran anak burung tersebut telah berevolusi untuk hanya memahami hubungan yang "bermakna secara biologis".
Hal ini menyebabkan hewan-hewan tersebut tidak menggunakan energi untuk bereaksi terhadap hal-hal yang tidak berbahaya.
Uji Coba dengan Suara Predator
Untuk mensimulasikan predator umum, tim menggunakan suara dari elang Eurasia (). Suara non-predator berasal dari burung plover emas Amerika ().
Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak burung lebih waspada terhadap suara goshawk Eurasia; mereka mengangkat kepala dua kali lebih sering untuk melihat sekeliling. Reaksi ini menunjukkan bahwa ketakutan mereka bersifat selektif dan hanya berfokus pada ancaman nyata.
"Anak burung dalam penelitian kami belajar takut terhadap panggilan elang karena pembelajaran sosial dari burung dewasa, tetapi temuan kami menunjukkan bahwa proses evolusi dapat menyesuaikan apa yang dapat dipelajari secara sosial," jelas Alex Thornton, salah satu penulis studi dari Universitas Exeter.





