TRIBUN-TIMUR.COM - SMA Islam Athirah Makassar mengembangkan soft skill siswa melalui kurikulum terintegrasi.
Ini dibahas dalam program Bincang Kampus Tribun Timur, Kamis (16/4/2026), dengan tema “Dari Sekolah Islam Athirah ke Kampus Impian”.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMA Islam Athirah 1 Makassar, BJ Gunawan, menjelaskan pihaknya tetap menggunakan kurikulum nasional.
Namun, sekolah juga menambahkan kurikulum khas, yakni Athirah Integrated Holistic Education System (AIHES).
Menurutnya, integrasi tersebut tidak hanya fokus pada capaian akademik.
Pengembangan soft skill siswa menjadi perhatian utama dalam proses pembelajaran.
“Kurikulum dari pemerintah tetap kami jalankan sesuai kaidah akademik, tetapi soft skill juga kami tumbuhkan,” ujarnya.
Dalam Bincang Kampus ini, BJ Gunawan hadir sebagai narasumber bersama dua siswa berprestasi.
Keduanya berhasil menembus Universitas Indonesia.
Mereka adalah Andi Sitti Fathimah Zahrah Al Ghafirah yang lulus di jurusan arsitektur interior, serta Nayla Adiana Kholis yang diterima di Fakultas Kedokteran UI.
Kegiatan ini dipandu host Tribun Timur Fiorena Jeritno, dikemas dalam bentuk wawancara khusus.
Apa pertimbangan memilih arsitektur interior?
Andi Sitti Fathimah Zahrah Al Ghafirah: Saya pilih karena cocok dengan fashion itu.
Saya sudah punya basic gambar sejak kecil, mulai SMP mau masuk jurusan ada desainnya.
Di UI ini baru bukan jurusan tersebut, dan saya ingin masuk karena melihat cocok dengan UI dan ingin masuk ke jurusan impian aku.
Saya sedikit menggabungkan dengan Sekolah SMA Islam Athirah, saya merasa bisa mengembangkan fashion di gambar karena menyediakan ekstrakurikuler desain grafis.
Di situ sudah banyak meraih prestasi di bidang desain dan di pelajaran seni budaya ada pelajaran melukis.
Mengapa memilih jurusan Kedokteran?
Nayla Adiana Kholis: Orang tua saya dokter, tapi tidak menjadi pressure bagi.
Justru menjadi motivasi jadi dokter karena melihat langsung orang tua menjalani pekerjaannya dan manfaatnya bagi orang lain sangat banyak.
Saya bercita-cita jadi dokter sejak kecil dan tak pernah sekali pun punya keinginan mengganti cita-cita tersebut.
Terlebih ketika masuk kelas 10 SMA Islam Athirah 1 Makassar, sudah ditanyakan apa mimpinya, dan saya sudah tulis UI dengan Prodi Kedokteran.
Saya akan masuk nanti di kelas internasional.
Bahasa pengantarnya nanti Bahasa Inggris, salah satu syarat daftar jalur talent scouting ini harus memiliki sertifikat Bahasa Inggris berupa TOEFL atau IELTS.
Dalam proses mencapai cita-cita ini tak mudah, tapi selama sekolah di SMA Islam Athirah 1 Makassar, saya merasa tak pernah terbebani sampai stress.
Orang-orang ketika mau masuk kedokteran, apalagi UI harus fokus belajar-belajar.
Padahal, harus balance dengan hal lain, seperti non akademik.
Selain mengejar nilai di sekolah, saya juga ikut ekstrakurikuler tari, ikut kegiatan luar sekolah.
Paling membantu daftar lewat jalur talent scouting ini ada dua program berskala internasional.
Pertama, saya diwadahi mendaftar untuk menjadi delegasi UNESCO di Asia World Model United Nations (AWMUN) di Bangkok, Thailand.
Sertifikatnya itu saya daftarkan untuk jalur talent scouting.
Kedua, International Foundation Programme.
Hanya SMA Islam Athirah yang bekerjasama dengan program ini.
Tahun ini saya belajar di Inggris selama enam bulan.Selama di sana, saya meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris.
Terlebih untuk mengikuti program ini bisa dipilih jurusan sains atau bisnis sesuai dengan minat dan cita-cita kedepannya.
Dari program ini, saya langsung mendapatkan sertifikat IELTS.
Jadi tidak perlu tes lagi setelah dari sana.
Dari program itu yang sangat diwadahi SMA Islam Athirah Makassar, saya bisa daftar talent scouting, alhamdulillah lulus.
Selain itu, SMA Islam Athirah sangat membantu kami mencapai cita-cita, bukan hanya program di dalam sekolah, tapi juga kerjasama dengan lembaga luar.
Sehingga, kami bisa berprestasi di kancah nasional maupun internasional.
Apa strategi lolos FK UI yang kompetitif?
Nayla Adiana Kholis: Kiat belajar saya selalu memberikan 200 persen kalau bisa.
Selalu memberikan yang terbaik di setiap tugas diberikan.
Selalu berusaha tidak ada tunggakan tugas.
Ketika ada tugas langsung dikerjakan.
Selain itu, jangan stress dan lakukan hal-hal disenangi juga.
Kalau diimbangi sama-sama bisa dijalani dengan enjoy.
Bagaimana Athirah mengelola stres siswa?
BJ Gunawan: Beban belajar siswa sekarang memang cukup tinggi, apalagi dengan banyak kebijakan harus disiapkan.
Ada AKM, ada TKA, harus ujian dan seterusnya.
Sekolah menyadari dan responsif akan hal itu, makanya program di sekolahnya bukan hanya akademik, ada keagamaan, ekstrakurikuler yang sangat membantu mengimbangi mereka dari stress.
Kami dari SMA Islam Athirah Makassar juga ada program ke-BK-an, setiap siswa dekat dengan guru Bknya.
Tagline kami BK adalah sahabat siswa.
Kami ingin siswa terbuka dengan kondisinya.
Utamanya pasca pandemi Covid-19, kami menyadari, kesehatan mental menjadi isu tak bisa dihindarkan.
Kebijakan sekolah sangat support, kami adakan seminar kesehatan mental.
Kami hadirkan praktisi untuk sharing dengan siswa.
Ada juga psikotes untuk mengetahui kondisi awal mereka, kalau ada anak teridentifikasi kami segera berkolaborasi dengan orang tua mencari solusi permasalahan.
Di SMA Islam Athirah Makassar, semua siswanya terbuka kepada guru, tidak hanya kepada guru BK.
Ketika ada masalah, terbiasa menyampaikan.
Sekolah juga sangat mengedepankan bahwa belajar harus senang.
Guru kami dorong pembelajaran menyenangkan, sehingga sekolah menjadi ramah anak.
Kuncinya, guru-guru tak hanya memberikan wejangan, tapi harus mendengar saat ini karena belum tentu anak terlihat baik, tak memiliki masalah.
Kami memiliki program perwalian setiap pagi.
Di program ini kami banyak interaksi wali kelas dan anak-anak.
Kalau ada anak ada masalah segera ditindaklanjuti.
Kami juga ada program home visit untuk anak yang butuh bantuan.
Layanan di SMA Islam Athirah bukan fokus di sekolah saja, tapi juga kunjungan rumah untuk kasus tertentu.
Kami sangat memperhatikan siswa kami, bukan hanya perkembangan akademik, tapi kesehatan mental juga sangat penting.
Di Sekolah Islam Athirah Makassar itu, kewajiban belajar bukan hanya untuk siswa.
Namun, guru juga harus terus belajar, salah satu ditingkatkan skillnya bagaimana guru bisa mengenali peserta didiknya.
Karena setiap siswa beda karakternya, pendekatannya pun berbeda.
Makanya, kami selalu ada pelatihan setiap tahun untuk meningkatkan kepekaan guru.
Bagaimana Athirah mengembangkan soft skill siswa?
BJ Gunawan: Kami menggunakan kurikulum terintegrasi.
Desain kurikulum kami, tetap menggunakan kurikulum nasional, kami juga menggunakan tambahan kurikulum Athirah Integrated Holistic Education System (AIHES).
Kami juga menambahkan integrasi yang lain untuk mendukung program tersebut.
Kurikulum dari pemerintah yang kaidah akademik, tapi soft skill tumbuhkan juga.
Kami menyesuaikan dengan tantangan sekarang, kami bekali siswa dengan skill abad 21.
Dalam perencanaan pembelajaran sudah kami integrasikan kemampuan berkomunikasi, bekerjasama dan berpikir kreatif diutamakan.
Kami tahun ini punya pekerjaan rumah lagi pengembangan kurikulum, kini guru telah disiapkan untuk itu.
Hal itu untuk menjawab kesiapan dari anak-anak kami setelah SMA, mereka butuh soft skill.
Jadi SMA Islam Athirah Makassar mulai menyiapkan itu, sehingga alumninya siap diterima di kampus terbaik.
Athirah saat ini bekerja sama dengan siapa saja?
BJ Gunawan: Sekolah yang maju bukan hanya sekolah tertutup untuk bekerjasama.
Kami di SMA Islam Athirah terbuka bekerja sama dan banyak kerjasama dilakukan.
Menurut kami, dari kerjasama itu sangat membantu anak-anak kami menggapai cita-citanya.
Salah satu kerjasama kami program overseas di United Kingdom (UK) selama enam bulan.
Nayla salah satu siswanya. Total ada lima tahun lalu siswa belajar enam bulan di sana.
Mereka tak perlu mengulang setelah pulang dari UK, nilai-nilai dari sana kami rekognisi dengan kurikulum yang ada di sekolah kami.
Ini sangat berdampak, siswa kami mampu mengembangkan bakat minatnya, benefitnya juga kami dapat, Nayla tahun ini bisa lulus FK Internasional UI.
Kami juga kerjasama dengan beberapa kampus ternama, ada sekira 30 persen banyak ingin kuliah di kampus swasta di Indonesia maupun luar negeri.
Makanya, kami juga buka kerjasama.
Tahun ini pertama kali kirim siswa belajar di Australia belajar selama dua pekan.
Tahun depan akan berlanjut.
Jadi program internasional di SMA Islam Athirah Makassar sangat disupport.
Bagaimana alur masuk SMA Islam Athirah?
BJ Gunawan: Dari mana pun sekarang bisa mendaftar.
Bisa lewat sosial media, kami juga punya website untuk diakses.
Bisa juga kunjungan langsung jika ingin melihat proses pembelajaran, lingkungan di SMA Islam Athirah Makassar, bisa datang langsung.
Kebiasaan apa yang perlu dibangun menuju kampus impian?
Andi Sitti Fathimah Zahrah Al Ghafirah: Pertama, belajar.
Kalau mau masuk SNBP itu nilai.
Di SMA Islam Athirah Makassar yang memengaruhi nilai adalah kehadiran, akhlak dan tugas.
Kedua, salat karena tanpa salat dan berdoa sulit mencapai sesuatu.
Terpenting mempersiapkan mental melalui organisasi.
Saya ikut organisasi di internal sekolah dan eksternal.
Untuk menunjang sertifikat, saya mengikuti lomba di luar sekolah mulai tingkat kota hingga nasional.
Saya beberapa kali mengikuti lomba debat, ikuti lomba seni fashion show tingkat nasional.
Hal ini menunjang saya masuk SNBP.
Sertifikat dari lomba diikuti sangat berpengaruh di SNBP, karena melihat prestasi kita punya.
Sekolah pun mendukung ini, kami tak dilarang mengikuti lomba apapun.
Jadi ketika ada lomba, langsung ikut saja.
Apa yang dipersiapkan untuk masuk FK UI?
Nayla Adiana Kholis: Untuk daftar melalui jalur SNBP, kami sarankan dari kelas 10 cari pengalaman di mana pun, ikut lomba, ikut kegiatan karena itu akan membantu.
Sebab, bisa menjadi penunjang diterima melalui jalur SNBP dengan prestasi berupa sertifikat.
Prestasi itu dipakai juga di jalur talent scouting.
Tak kalah penting, doa orang tua, restu guru dan berusaha berbuat baik kepada siapa pun dan meminta doa ke siapa pun karena doa kita akan didengar oleh Allah.
Jika itu menjadi manifestasi, akan kembali ke diri kita dan akan giat berusaha lagi.
Bagaimana cara menjaga konsistensi meraih mimpi?
Andi Sitti Fathimah Zahrah Al Ghafirah: Pesanku jangan pantang menyerah, karena bukan kampus mengejar kamu, tapi kamu mengejar kampus impianmu.
Kesempatan tidak datang dua kali, jadi selagi bisa mencoba, maka cobalah.
Nayla Adiana Kholis: Semangat kepada teman-teman yang berjuang untuk capai cita-citanya. Jangan takut mencoba dan berusaha.
Jangan takut gagal, karena untuk mencapai sesuatu itu bukan hanya satu jalur, tapi ada banyak cara.
Jangan lupa selalu menebar kebaikan, berdoa, dan terus berusaha.(*)