SURYA.CO.ID, SURABAYA – Peluang menjual barang mewah bekas di Surabaya kini semakin terbuka lebar.
ALLU, perusahaan pembeli luxury preloved asal Jepang, resmi membuka store ketiganya bertempat di Pakuwon Tower lantai 19, Kota Surabaya.
Kehadiran outlet ini memperkuat ekspansi ALLU di Indonesia, sekaligus menjawab tingginya minat masyarakat terhadap pasar barang mewah bekas.
Perusahaan global di bawah naungan Valuence Holding Inc. ini menghadirkan layanan jual putus barang mewah tanpa syarat kelengkapan seperti struk atau kotak.
Product Specialist ALLU, Daisuke Oya mengatakan Surabaya menjadi salah satu pasar potensial sejak ALLU pertama kali hadir pada 2021.
“Store baru ini adalah komitmen kami menghadirkan pengalaman jual barang mewah yang lebih premium. Kami melihat ketertarikan yang besar dari warga Surabaya terhadap layanan jual putus barang mewah ini,” ungkap Daisuke Oya ditemui Tribun Jatim, Jumat (17/4/2026).
Berbeda dari banyak kompetitor, ALLU menerima berbagai barang mewah seperti tas, jam tangan, dan perhiasan dari brand ternama seperti Hermes, Rolex, hingga Cartier dalam berbagai kondisi.
Mulai dari barang tanpa kotak, tanpa struk pembelian, hingga yang memiliki goresan ringan tetap bisa dijual.
“Pada dasarnya kami menerima barang dalam kondisi apa pun. Bahkan tanpa kotak, maupun tanpa struk pembelian. Ada beberapa kompetitor yang hanya mau membeli jika ada bukti pembelian, sementara kami tidak mensyaratkan itu,” jelas Daisuke.
Item fesyen seperti tas, jam tangan, maupun perhiasan mewah otentik dari berbagai merek Eropa, dapat diterima terlepas dari usia model, kelengkapan aksesoris, maupun kondisi fisik termasuk goresan dan kerusakan ringan.
Penentuan harga dilakukan melalui sistem lelang internal, di mana mitra buyer bersaing memberikan penawaran terbaik.
Skema ini memungkinkan pelanggan mendapatkan harga yang kompetitif, bahkan sesuai ekspektasi pasar terkini.
Baca juga: Berburu Barang Branded di Surabaya, Fashion Forth Buka Toko Konsep Drive-Thru
ALLU juga menekankan aspek privasi dalam setiap transaksi.
Pelanggan dilayani secara personal di ruang khusus tanpa harus bertemu dengan penjual lain.
Proses autentikasi dilakukan oleh tenaga ahli, termasuk ekspert dari Jepang. Meski demikian, tantangan tetap ada, terutama dalam verifikasi detail barang seperti jam tangan melalui foto.
Bagi pelanggan yang tidak sempat datang ke store, ALLU menyediakan layanan Home Service untuk wilayah Surabaya dan Jakarta.
Tim ahli akan datang langsung ke lokasi pelanggan untuk melakukan pengecekan dan transaksi, dengan nilai minimal Rp30 juta.
“Layanan ini jadi solusi bagi pelanggan yang mengutamakan kenyamanan dan privasi,” Daisuke Oya.
Baca juga: Daftar Aset Sandra Dewi yang Disita di Kasus Harvey Moeis Ada 140 Item, Rumah hingga Tas Branded
Saat ini, ALLU telah memiliki lebih dari 170 store di 17 negara.
Di Indonesia, operasionalnya dikelola oleh PT Mastro Luxe Indonesia dan telah hadir di tujuh kota besar, termasuk Surabaya.
Model bisnis ALLU yang membeli barang secara langsung memungkinkan proses transaksi selesai dalam hitungan jam tanpa perlu menunggu seperti sistem titip jual.
Nama ALLU semakin dikenal secara global setelah induk perusahaannya memenangkan lelang tas ikonik Hermès Birkin milik Jane Birkin di Sotheby’s Paris pada Juli 2025 dengan nilai mencapai Rp163 miliar.
Ke depan, ALLU berencana terus memperluas jangkauan di Indonesia.
Bagi mereka, barang mewah bekas bukan sekadar koleksi lama, melainkan aset bernilai yang bisa segera diuangkan.
“Kami memiliki banyak benefit, setiap bulannya,” tutupnya.