Sosok Desly Claudya Rumatora, Putri Nus Kei yang Ikuti Jejak Sang Ayah Jadi Politisi
Theresia Felisiani April 20, 2026 08:38 AM

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua DPC Partai Golkar, Kabupaten Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei tewas ditikam pada Minggu (19/4/2026).

Nus Kei ditusuk orang tidak dikenal di area pintu keluar Bandara Karel Sadsuitubun Ibra, Kecamatan Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara sekira pukul 11.25 WIT.

Adapun saat itu,  Nus Kei baru saja tiba di Bandara tersebut dari Jakarta.

Dua jam setelah kejadian, Polres Maluku Tenggara menangkap dua terduga pelaku yakni Hendrikus Rahayaan (HR) alias Hendra dan Finansius Ulukyanan (FU) alias Finis. 

Hendrikus Rahayaan diketahui adalah atlet Mixed Martial Arts.

Dari penelusuran Bangkapos.com, Nus Kei memiliki putri yang juga mengikuti jejaknya sebagai politisi Partai Golkar, Desly Claudya Rumatora. 

Lantas, seperti apa sosok Desly Claudya Rumatora?

 

Sosok Desly Claudya Rumatora 

Desly Claudya Rumatora pernah mencalonkan diri sebagai Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Maluku Tenggara.

Desly kelahiran Ambon.

Tak banyak informasi mengenai Desly Claudya Rumatora.

Hanya saja mengutip laman lezen.id, Desly pernah menempuh pendidikan di SMK BPS dan K II Bekasi dan melanjutkan pendidikannya di Universitas Prof. Dr Moestopo (Beragaman).

Baca juga: Nus Kei Tewas Ditikam H-4 Sebelum Musda Golkar Maluku Tenggara, Acara Ditunda?

Sebelum terjun ke dunia politik, Desly pernah bekerja di sejumlah perusahaan. 

Desly juga pernah bergabung dalam organisasi PP AMPG dan AMPI Jakarta.

Menilik Instagram golkar_maluku_tenggara, Nus Kei dan Desly memiliki kedekatan sebagai sosok ayah dan anak.

Tampak Nus Kei mengucapkan selamat ulang tahun kepada putrinya dalam akun instagramnya.

“Happy Brithday My Daughter Desly Claudya Rumatora “ dan tertera tanggal 5 Desember 2022.

 

Profil Agrapinus Rumatora (Nus Kei)

Nus Kei didapuk sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Maluku Tenggara, mengutip infopemilu.kpu.go.id.  

Ia tercatat aktif dalam kepengurusan partai politik di tingkat Kabupaten/Kota.

Gelar akademik yang mengikuti namanya yakni Drs. 

Drs. adalah singkatan dari Doktorandus, yaitu gelar akademik lama di Indonesia.

Diberikan kepada laki-laki yang lulus pendidikan sarjana (S1), terutama di bidang ilmu sosial, ekonomi, atau humaniora.

Mengutip laman Instagram @golkar_maluku_tenggara, Nus Kei pernah menjadi Bakal Bupati Maluku Tenggara periode 2024 - 2029.

Dirinya memiliki putri yang juga mengikuti jejaknya sebagai politisi Partai Golkar, Desly Claudya Rumatora. 

NUS KEI TEWAS - Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei, meninggal dunia setelah menjadi korban penikaman di Bandara Karel Sadsuitubun, Langgur, Minggu (19/4/2026) // Nus Kei semasa hidup (Tangkap layar instagram @golkar_maluku_tenggara)
NUS KEI TEWAS - Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei, meninggal dunia setelah menjadi korban penikaman di Bandara Karel Sadsuitubun, Langgur, Minggu (19/4/2026) // Nus Kei semasa hidup (Tangkap layar instagram @golkar_maluku_tenggara) (Tribunnews.com/Tangkap layar instagram @golkar_maluku_tenggara))

 

Hubungan dengan John Kei

Nus Kei adalah paman dari John Kei, tokoh preman di Jakarta asal Maluku Tenggara.

Sebelum tewas terbunuh ditikam, Nus Kei sempat nyaris dibunuh oleh keponakannya sendiri, John Kei, beberapa tahun lalu.

Rumahnya di Cluster Australia Green Lake City, Cipondoh, Tangerang, diserang oleh segerombolan orang dari kelompok John Kei.

Akibat penyerangan oleh kelompok John Kei terhadap rumah Nus Kei, satu orang tewas setelah dibacok.

Korban tewas adalah Yustus Corwing Rahakbau.

Polisi kemudian meringkus 30 orang pelaku penyerangan dan mereka ditetapkan sebagai tersangka. 

John Kei juga menjadi tersangka setelah polisi mengantongi bukti bahwa ada perintah dari John Kei untuk membunuh Nus Kei.

Nus Kei (Kiri) dan John Kei (kanan)
Nus Kei (Kiri) dan John Kei (kanan) (WARTA KOTA Nur Ichsan / TRIBUNNEWS Jeprima)

Kapolda Metro Jaya saat itu, Irjen Nana Sudjana, mengatakan bahwa keributan ini dipicu akibat John Kei  yang tidak puas dengan hasil pembagian penjualan tanah. 

Nana juga mengatakan bahwa John Kei dan Nus Kei saling bersaudara atau satu keluarga.

Bahkan, dalam sebuah wawancara dengan stasiun televisi, Nus Kei menyebutkan bahwa hubungannya dengan John Kei adalah paman dan keponakan. 

Saat kejadian itu, Klaster Australia, Green Lake City, dijaga ketat petugas pascameletusnya keributan, Minggu (21/6/2020).

Setiap orang yang masuk harus melewati tahapan ketat.

Mulai dari tujuan, menunjukka Kartu Tanda Penduduk (KTP) hingga pengecekan suhu tubuh.

Sementara itu, Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana mengatakan bahwa aksi penganiayaan di Cengkareng dan penyerangan rumah di Tangerang oleh kelompok John Kei, Minggu (22/6/2020) sebagai aksi brutal premanisme.

Dalam penyelidikan, kata Nana, petugas meringkus 30 orang yang terlibat dalam dua aksi itu termasuk John Kei dari markas mereka di Perumahan Tytyan Indah, Bekasi, Minggu malam.

"Pada Minggu kemarin di saat mulai kita buka Car Free Day, kita dikejutkan dengan aksi yang bisa dikatakan aksi brutal premanisme di wilayah Jakarta Barat dan Tangerang dari kelompok yang selama ini dikenal kelompok John Kei," kata Nana di Mapolda Metro Jaya, Senin (22/6/2020).

Baca juga: Kisah Nus Kei: Kasus Blowfish, Green Lake dan Sidang di PN Jakarta Selatan

Aksi brutal tersebut sudah direncanakan kelompok Joh Kei yang menyebabkan orang lain kehilangan nyawa di Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat.

Kelompok John Kei, kata Nana, melakukan aksi kekerasan secara bersama-sama dan terang-terangan terhadap orang lain di Cengkareng.

Aksi itu terjadi  Minggu (21/6/2020) pukul 11.30 WIB dan terjadi penganiayaan yang dilakukan oleh kelompok John Kei.

"Pelaku berjumlah 5 sampai 7 orang terhadap kelompok Nus Kei dan terjadi di wilayah Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat. Ini menyebabkan 1 orang meninggal dunia yaitu atas nama ER," kata Nana.

Korban tewas setelah mengalami luka bacok di beberapa bagian tubuh.

"Dan 1 orang lagi mengalami luka yakni 4 jari tangannya putus karena bacokan atas nama AR," ujarnya.

Kemudian, pada hari yang sama, aksi kekerasan yang dilakukan kelompok John Kei terjadi lagi pada pukul 12.25 WIB.

Sekitar 15 orang dengan menggunakan 4 unit kendaraan roda empat mendatangi rumah klaster Australia, Perumahan Green Lake City, Cipondoh, Kota Tangerang.

"Ke-15 orang ini juga diduga dari kelompok John Kei mendatangi rumah tersebut di Perumahan Green Lake, klaster Australia Australia di Jalan Boulevard Cipondoh, Tangerang Kota. Mereka datang ke sana kemudian mencari seseorang," ujar Nana.

Seseorang yang dicari kelompok John Kei adalah Nus Kei.

"Rumah tersebut memang merupakan rumah yang bersangkutan (Nus Kei), tapi ia tidak ada. Yang ada istri dan anak-anaknya."

"Tetapi istri dan anaknya kemudian berusaha untuk meninggalkan tempat dan terjadilah pengrusakan rumah tersebut, mulai dari pintu, kemudian ruang tamu dan kamar yang dirusak oleh kelompok tersebut," kata Nana Sudjana.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.