Anggota Komisi VI DPR Nilai Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Melampaui Batas Kewajaran
Malvyandie Haryadi April 20, 2026 09:35 AM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi VI DPR RI, Mufti Anam, menilai kebijakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi melampaui batas kewajaran jika dilihat dari sisi rasa keadilan masyarakat.

"Kalau dilihat dari teori ekonomi, mungkin masih bisa dijelaskan. Tapi kalau dilihat dari rasa keadilan, ini sudah mulai melampaui batas kewajaran," kata Mufti kepada Tribunnews.com, Minggu (19/4/2026).

Mufti menyoroti persoalan waktu (timing) pengambilan keputusan kenaikan harga tersebut. 

Menurut dia, kenaikan ini dilakukan di saat masyarakat belum benar-benar pulih dari berbagai tekanan ekonomi yang ada.

"Masyarakat belum benar-benar pulih. Tekanan ekonomi masih terasa. Tapi di saat seperti ini, justru harga energi naik. Ini yang membuat rakyat merasa tidak ditemani," ujarnya. 

Komisi VI DPR RI sendiri membidangi Perdagangan, Koperasi & UMKM, BUMN, serta Investasi dan Persaingan Usaha.

Komisi ini berfokus pada penguatan ekonomi domestik, pengawasan tata kelola Badan Usaha Milik Negara (BUMN), serta perlindungan konsumen

Lebih lanjut, Mufti mengkritik inkonsistensi pemerintah dalam menjaga komunikasi publik. 

Ia mengingatkan bahwa sebelumnya sempat muncul narasi bahwa harga BBM akan terkendali dan tidak ada kenaikan, namun kenyataannya justru berbanding terbalik.

"Yang lebih disayangkan adalah soal konsistensi. Kemarin ada narasi harga akan terkendali, bahkan tidak naik. Tapi hari ini tiba-tiba naik tanpa komunikasi," tegas Mufti.

Ia menegaskan bahwa transparansi adalah kunci dalam menjaga hubungan antara pemerintah dan rakyat. 

Mufti menuturkan, kejujuran dalam menyampaikan kondisi negara jauh lebih dihargai oleh masyarakat.

"Rakyat bukan tidak mengerti. Tapi rakyat ingin dihargai dengan kejujuran. Karena pada akhirnya, ini bukan sekadar soal harga. Ini soal kepercayaan," imbuhnya. 

Kenaikan BBM Nonsubsidi

Sebagaimana diketahui, PT Pertamina (Persero) resmi menaikkan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan Dexlite mulai Sabtu (18/4/2026). 

Di wilayah Jakarta dan sekitarnya, harga Pertamax Turbo kini menyentuh Rp 19.400 per liter, melonjak Rp 6.300 dari harga awal April yang sebesar Rp 13.100 per liter.

Kenaikan lebih tajam terjadi pada jenis diesel nonsubsidi. Harga Dexlite melambung menjadi Rp 23.600 per liter dari sebelumnya Rp 14.200 (naik Rp 9.400). 

Sementara Pertamina Dex kini dibanderol Rp 23.900 per liter dari sebelumnya Rp 14.500 per liter.

Di sisi lain, Pertamina masih mempertahankan harga untuk beberapa jenis BBM lainnya. 

Pertamax (RON 92) tetap di angka Rp 12.300 per liter dan Pertamax Green Rp 12.900 per liter. 

Adapun harga BBM subsidi tidak mengalami perubahan, yakni Pertalite tetap Rp 10.000 per liter dan Biosolar Rp 6.800 per liter.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.