Profil AKP Haris Wicaksono, Kapolsek Banjarmasin Tengah yang Membangun Citra Polisi Lewat Anak-anak
Ratino Taufik April 20, 2026 10:52 AM

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - AKP Haris Wicaksono, S.T.K., S.I.K., M.Sc. adalah perwira muda yang memadukan ketegasan profesional dengan pendekatan kemanusiaan. Lahir di Jakarta pada 6 April 1993, AKP Haris menapaki jenjang pendidikan dari SD Islam PB Sudirman, SMA Taruna Nusantara Magelang, AKPOL 2015, S2 University of Glasgow 2020, hingga STIK PTIK 2021. 

"Wicaksono itu artinya bijaksana, dan menurut ayah kami bijaksana adalah sifat manusia yang paling baik," ujarnya membuka perbincangan saat ditemui di ruang kantornya, Jumat malam (17/4/2026).

Sejak dilantik sebagai Kapolsek Banjarmasin Tengah pada awal Februari 2026, ia menempatkan kehadiran nyata polisi di ruang publik sebagai prioritas utama.

Pendidikan Haris meliputi pelatihan khusus seperti Dikbangspes Perwira Pertama Idik TP Perdagangan Orang dan Dikbangspes Perwira Bahasa, serta pengalaman pendidikan luar negeri yang memperkuat kemampuan bahasa Inggris dan wawasan internasionalnya.  

Kariernya dimulai sejak 2015 dengan penugasan di berbagai satuan, yaitu Kanit SPKT Polres Polman, Panit Subdit 4 Ditreskrimum Polda Sulsel, Wakasatresnarkoba Polresta Banjarmasin, Kasatreskrim Polres Tapin dan Polres Banjarbaru, hingga kini memimpin Polsek Banjarmasin Tengah. 

Pengabdiannya mendapat penghargaan Satyalancana Pengabdian 8 Tahun pada 2024 dan penghargaan kapolda Kalimantan Selatan atas pengungkapan kasus pembunuhan wartawan di Banjarbaru pada tahun 2025.

Baca juga: Real Madrid Cuci Gudang Usai Kabar Jose Mourinho Siap Kembali, Ini Nasib Vinicius dan Kylian Mbappe

Sebagai pemimpin di pusat kota yang padat aktivitas, Haris menekankan pengamanan objek vital, patroli terlihat, dan jaringan komunikasi dengan tokoh masyarakat. Ia percaya bahwa stabilitas keamanan tercipta bukan hanya lewat penindakan, tetapi lewat kehadiran yang konsisten dan hubungan yang kuat dengan warga serta pemangku kepentingan lokal.

"Meskipun memiliki jumlah penduduk yang relatif besar, area kecamatan banjarmasin tengah tidak seluas wilayah kecamatan lain. Karakteristik topologi wilayah tersebut dapat di cover dengan baik melalui komunikasi yang baik," papar AKP Haris

Salah satu ciri khas Polsek Banjarmasin Tengah di bawah kepemimpinan Haris adalah halaman polsek yang selalu hidup oleh anak-anak pada sore hari.

Anak-anak datang bermain, berlatih sepak bola, bernyanyi, atau sekadar duduk santai di teras kantor, sebuah pemandangan yang menurut Haris menjadi tolok ukur hubungan baik polisi dengan generasi muda. 

Kehangatan tersebut sengaja ia biarkan untuk memperlihatkan citra polisi yang dekat dengan dunia anak-anak.

"Muhammad Al-Fatih, penakhluk Konstantinopel mengatakan 'Jika suatu masa kamu tidak mendengar gelak tawa anak-anak, riang gembira di antara shaf shalat di Masjid-Masjid, maka sesungguhnya takutlah kalian akan datangnya kejatuhan generasi muda di masa itu. Itu Masjid tempat ibadah, apa lagi cuma kantor Polisi, biarlah mereka akrab jangan sampai seperti jaman dahulu, anak nangis ditakut-takuti dengan polisi. Itu menandakan kami memang terbuka dengan masyarakat," paparnya.

Praktik konkret yang dijalankan Polsek meliputi patroli ramah, program mentoring informal oleh Bhabinkamtibmas, dan kolaborasi dengan sekolah serta tokoh agama untuk kegiatan pencegahan kenakalan remaja. 

AKP Haris menekankan pencegahan sebagai langka utama, seperti deteksi dini, sambang, sosialisasi, patroli dan penindakan dengan prinsip kehati-hatian.

Dalam situasi kritis seperti kasus temuan mortir pada Kamis (16/4), ia menunjukkan ketenangan dan kepemimpinan dengan segera mengamankan lokasi dan memberi rasa aman kepada warga sampai tim penjinak tiba. 

"Dalam situasi kontingensi yang membutuhkan penanganan yang cepat arahan kepada anggota, laporan kepada pimpinan dan koordinasi dengan Den Gegana kami lakukan sambil menuju ke TKP. Hal ini kami lakukan demi menciptakan suasana yang tetap kondusif hingga proses penanganan selesai," terangnya

Di luar tugas, Haris tetap mempertahankan hobi mendengar musik rock dan bermain bola, sisi manusiawi yang membuatnya mudah didekati generasi muda. 

"Kalau lokal saya suka Dewa 19 era Ari Lasso musiknya easy listening. Dulu saya waktu sekolah memang kerap kali mengisi vocal rock. Cita-cita saya dulu memang salah satunya jadi penyanyi atau pemain bola tapi takdir menjadikan saya seorang polisi. Tapi ternyata menjadi polisi tidak harus meninggalkan hobi kita," kenangnya sambil tersenyum 

Ia menyebut beberapa band favorit, seperti Mr Big, L'Arc-en-Ciel, Avenged Sevenfold, dan GNR.

Menutup perbincangan, Ia mengajak warga untuk senantiasa menjaga citra Banjarmasin sebagai kota yang aman, religius, dan harmonis.

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.