Pengakuan Hendrikus, Atlet MMA Keponakan John Kei yang Tikan Nus Kei hingga Tewas di Bandara
Ricky Jenihansen April 20, 2026 11:54 AM

 

TRIBUNBENGKULU.COM - Polisi mengungkap pengakuan Hendrikus, atlet Mixed Martial Arts (MMA) yang menikam Agrapinus Rumatora atau yang akrab disapa Nus Kei hingga tewas di Bandara Karel Sadsuitubun, Maluku Tenggara, Minggu (19/4/2026).

Polres Maluku Tenggara menangkap dua pelaku berinisial HR alias Hendrikus dan FU alias Finis.

Setelah penangkapan tersebut, belakangan diketahui identitas salah satu pelaku, Hendrikus Rahayaan (HR), dengan status sebagai atlet Mixed Martial Arts (MMA).

Selain berprofesi sebagai atlet MMA, Hendrikus diketahui merupakan keponakan dari tokoh preman Jakarta, John Kei.

Penangkapan kedua tersangka dipimpin langsung oleh personel Polres Maluku Tenggara sesaat setelah insiden tersebut terjadi.

Kapolres Maluku Tenggara, AKBP Rian Suhendi, mengatakan pelaku nekat melakukan penikaman tersebut lantaran dendam lama.

Penikaman tersebut dipicu oleh dendam lama terkait peristiwa berdarah di Jakarta pada tahun 2020 silam.

"Motifnya adalah dendam. Kedua pelaku meyakini bahwa korban merupakan otak di balik pembunuhan saudara mereka, Fenansius Wadanubun alias Dani Hollat, yang tewas di dekat Apartemen Metro Galaxy Kalimalang, Bekasi, beberapa tahun lalu," jelas AKBP Rian Suhendi melansir dari berbagai sumber.

Kronologi Kejadian

Insiden maut ini terjadi sesaat setelah korban mendarat dari penerbangan asal Ambon sekitar pukul 11.10 WIT.

Ketika sampai di depan pintu keluar bandara untuk menemui keluarganya, Nus Kei langsung ditikam oleh orang tidak dikenal (OTK).

Pada momen tersebut, kakak Nus Kei, Antonius Rumatora, langsung membanting pelaku. Namun, pelaku berujung melawan dan melarikan diri.

"Selang beberapa menit, datang seorang pria diduga pelaku memakai jaket merah dan menggunakan masker langsung menikam Saudara Almarhum Agrapinus Rumatora."

"Melihat kejadian tersebut Saudara Antonius Rumatora (kakak korban) sempat memeluk dan membanting yang diduga pelaku namun pelaku melawan dan berhasil melarikan diri," demikian rilis resmi yang diterima dari Ketua DPP Partai Golkar, Dave Laksono, Minggu (19/4/2026) melansir Tribunnews.com.

Setelah itu, Nus Kei sempat berlari ke dalam bandara, tetapi terjatuh dan sempat memperoleh pertolongan dari petugas di lokasi.

Nus Kei lantas dilarikan ke Rumah Sakit Karel Sadsuitubun untuk penanganan medis. Nahas, korban dinyatakan meninggal dunia setibanya di rumah sakit.

"Pukul 11.44 WIT, Saudara Agrapinus Rumatora dinyatakan meninggal akibat pendarahan hebat serta luka pada organ vital," tuturnya.

Berdasarkan laporan yang diterima, Nus Kei menderita empat luka tusuk di bagian dada sebelah kanan dan kiri, leher bagian kiri, serta tulang belakang.

Di sisi lain, maksud dari Nus Kei berada di Kabupaten Maluku Tenggara adalah untuk menghadiri acara partai.

"Kedatangan Agrapinus Rumatora Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara untuk mengikuti Musda Partai Golkar Maluku Tenggara yang direncanakan akan dilaksanakan pada tanggal 22 April 2026," katanya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.