- Dua kapal tanker minyak terpaksa berbalik arah setelah dihalau oleh Iran di Selat Hormuz.
Langkah tersebut merupakan respons atas blokade maritim yang dilakukan Amerika Serikat (AS).
Disebutkan bahwa dua kapal yang dihalau beroperasi di bawah bendera Botswana dan Angola.
Iran mengatakan, kapal-kapal itu berupaya melintasi Selat Hormuz tanpa izin.
Diketahui perairan tersebut ditutup kembali pada Sabtu (19/4/2026) atau kurang dari 24 jam setelah pengumuman dibuka.
Iran menegaskan bakal terus menutup Selat Hormuz sampai AS bersedia mencabut blokade terhadap pelabuhan miliknya.
Sementara itu, AS bersikeras melanjutkan blokade untuk memberikan tekanan ekonomi terhadap musuh.
Komando Pusat AS (CENTCOM) mengklaim pasukannya telah mencegat 23 kapal yang berupaya meninggalkan pelabuhan Iran.
Terbaru, Pentagon berencana memperluas operasi dengan menargetkan kapal-kapal yang berafiliasi dengan Iran di perairan internasional.
Perluasan kampanye ini akan memungkinkan AS untuk mengendalikan kapal-kapal yang terkait dengan Iran di seluruh dunia.
Ini termasuk armada yang membawa minyak Iran yang sudah berlayar di luar Teluk Persia.
Selain itu kapal-kapal yang membawa senjata yang dapat mendukung rezim Iran juga masuk target.
Program: Tribunnews Update
Host: Agung Tri Laksono
Editor Video: Nathanael Moer Rahardian
Uploader: bagus gema praditiya sukirman