TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BULIAN - Sejumlah sopir travel di Kabupaten Batang Hari mengaku belum menaikkan tarif penumpang terkait kenaikan bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi.
Per 20 April 2026, harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex resmi mengalami kenaikan signifikan di seluruh wilayah Indonesia.
Sementara itu, harga Pertamax (RON 92) dan BBM bersubsidi seperti Pertalite serta Bio Solar terpantau tetap stabil tanpa perubahan.
Riki, sopir travel rute Muara Bulian menuju Kuala Tungkal mengatakan hingga saat ini operasionalnya belum terdampak karena masih menggunakan BBM subsidi.
"Saya masih pakai harga biasa. Saya pakai minyak subsidi di harga Rp10.000 perliter dan sejauh ini belum ada kenaikan, jadi belum berpengaruh ke usaha," ujarnya saat dihubungi melalui WhatsApp, Senin (20/4/2026).
Ia menyebut, selama harga BBM belum mengalami perubahan, tarif penumpang tetap diberlakukan seperti biasa, tarif perjalanan yang diberlakukan saat ini masih normal, yakni Rp120 ribu untuk rute Muara Bulian menuju Kuala Tungkal dan Rp80 ribu dari Jambi ke Kuala Tungkal.
Namun, ia tidak menutup kemungkinan adanya penyesuaian jika terjadi kenaikan harga BBM ke depan.
"Kalau memang nanti ada kenaikan BBM, khususnya subsidi, kemungkinan tarif juga bisa naik," ujarnya.
Ia berharap pemerintah dapat menjaga kestabilan harga BBM agar para sopir travel tetap bisa menjalankan aktivitas tanpa terbebani biaya operasional.
"Harapannya harga BBM tetap stabil supaya kami tetap bisa bekerja lancar tanpa beban biaya yang mahal," harapnya.
Hal senada disampaikan Novriando, karyawan loket travel Batang Hari Family.
Ia mengatakan, hingga saat ini tarif perjalanan masih normal karena belum ada kenaikan harga BBM.
"Untuk saat ini harga masih normal seperti biasa di tempat kami," jelasnya.
Ia menyebut tarif perjalanan hingga kini masih bertahan di harga Rp40.000 hingga Rp60.000r untuk rute Muara Bulian ke Kota Jambi, tergantung lokasi penjemputan.
Ia mengatakan, sebagian besar sopir travel masih mengandalkan BBM subsidi untuk operasional. Jika terjadi kenaikan harga, maka tarif kemungkinan akan menyesuaikan kondisi di lapangan.
"Kalau ada kenaikan BBM, biasanya tarif akan menyesuaikan. Tapi saya hanya di bagian loket, bukan sopir," pungkasnya. (Tribunjambi.com/Khusnul Khotimah)
Baca juga: Harga BBM Nonsubsidi Naik, Sopir Travel Jambi Soroti Minim Sosialisasi