TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI – Antrean kendaraan terpantau mengular sejak Senin (20/4/2026) pagi di SPBU 84.983.02 Jalan Baru Wosi, Manokwari Papua Barat.
Antrean panjang terjadi setelah harga bahan bakar minyak (BBM) diesel non-subsidi seperti Dexlite dan Pertamina Dex melonjak hingga Rp9.600 per liter18 April 2026.
Pantauan Tribunpapuabarat.com, antrean panjang kendaraan menyebabkan kemacetan di sekitar area SPBU.
Manajer SPBU 84.983.02 Manokwari, Ikhsan, menjelaskan bahwa kenaikan hanya terjadi pada Dexlite, sementara jenis BBM lain masih berada pada harga normal.
“Dexlite yang naik, sedangkan Pertalite, Pertamax, dan solar masih tetap aman,” ujarnya, Senin (20/4/2026).
Ikhsan menambahkan, distribusi BBM jenis lain relatif stabil. Namun, terjadi penurunan penggunaan Dexlite yang berbanding lurus dengan meningkatnya konsumsi solar.
“Pengisian BBM jenis solar justru meningkat,” katanya.
Baca juga: Dexlite Naik, Sopir Hilux Lintas Manokwari-Bintuni Tercekik Biaya Operasional
Menurutnya, antrean kendaraan mulai terlihat sejak dini hari dalam beberapa hari terakhir.
“Hari Jumat, Sabtu, dan Minggu antrean kendaraan masih berada di area SPBU. Namun hari ini sudah terlihat kendaraan parkir hingga ke pinggiran badan jalan,” jelasnya.
Ikhsan menegaskan pihak SPBU hanya menjalankan fungsi distribusi sesuai pasokan dan standar operasional prosedur (SOP).
Ia berharap harga Dexlite segera kembali stabil agar antrean panjang tidak terus terjadi.
“Kami berharap harga Dexlite bisa kembali normal agar tidak terjadi antrean panjang yang menjadi sorotan,” ucapnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak panik dengan beralih secara berlebihan ke solar, karena dapat memicu ketidakseimbangan distribusi.
Selain itu, masyarakat diminta mengatur waktu pengisian BBM secara bergantian untuk mengurangi kepadatan antrean.
“Kalau bisa pengisian dilakukan pagi, siang, sore, dan malam, agar tidak terjadi antrean panjang,” tutupnya.