Sosok 2 Pelaku Penusukan Nus Kei hingga Tewas, Ada Atlet MMA Ponakan John Kei yang Punya Dendam Lama
Musahadah April 20, 2026 01:32 PM

 

SURYA.CO.ID - Terungkap sosok terduga pelaku penusukan berujung tewasnya Agrapinus Rumatora alias Nus Kei, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Maluku Tenggara (Malra). 

Nus Kei  tewas setelah diduga menjadi korban penikaman oleh orang tak dikenal di area pintu keluar Bandara Karel Sadsuitubun, Kecamatan Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara, Minggu (19/4/2026).

Dua jam setelah penusukan, anggota Polres Maluku Utara menangkap terduga pelaku berinisial Hendrikus Rahayaan (HR) (28) dan Finansius Ulukyanan (FU) alias Finis (36).

Keduanya langsung dibawa ke Polres untuk menjalani pemeriksaan intensif di Polres Maluku Utara.

Hendrikus Rahayaan (HR) adalah atlet Mixed Martial Arts (MMA).

Baca juga: Rekam Jejak Ketua Golkar Maluku Tenggara Nus Kei Tewas Ditikam di Bandara Karel Sadsuitubun

Dia juga keponakan tokoh preman Jakarta, John Kei.

Sementara Finansius Ulukyanan merupakan warga biasa.

Terkait motif penikaman, AKBP Rian menyebut pelaku menikam Nus Kei karena memiliki dendam lama.

"Motifnya adalah dendam. Kedua pelaku meyakini bahwa korban merupakan otak di balik pembunuhan saudara mereka, Fenansius Wadanubun alias Dani Hollat, yang tewas di dekat Apartemen Metro Galaxy Kalimalang, Bekasi, beberapa tahun lalu," kata AKBP Rian, dilansir Tribun Palu, Senin (20/4/2026).

Ditahan di Mako Brimob

Dua Terduga pelaku penikaman Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei telah diamankan di Rutan Kompi 1 Batalyon C Pelopor.

"Masih pengembangan motif, tersangka di Mako Brimob," ujar Kasi Humas Polresta Maluku Tenggara Ipda. Wandi Puasa saat dikonfirmasi TribunAmbon.com, Minggu (19/4/2026) malam.

Menurutnya, penempatan para terduga tersangka di Mako Brimob karena alasan keamanan.

Dia pun berharap kondusifitas tetap terjaga hingga kasus tersebut diproses tuntas.

"Mudah-mudahan sampai ke depan tetap kondusif," tandasnya.

Di bagian lain, Polda Maluku menegaskan penanganan kasus ini akan dilakukan secara profesional, transparan, dan tuntas sesuai instruksi Kapolda.

Selain penegakan hukum, aparat juga melakukan langkah-langkah preventif untuk menjaga stabilitas keamanan di wilayah Maluku Tenggara pasca kejadian.

Polisi turut mengimbau masyarakat, khususnya keluarga dan simpatisan korban, agar tetap tenang dan tidak terprovokasi.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak melakukan tindakan balasan. Serahkan sepenuhnya proses penegakan hukum kepada Polri,” tegas Rositah.

Peristiwa ini menjadi sorotan luas karena melibatkan tokoh politik lokal yang cukup dikenal, sekaligus menambah daftar kasus kekerasan yang terjadi di ruang publik. 

Hingga kini, motif penikaman masih dalam penyelidikan intensif aparat kepolisian.

Detik-detik Penikaman

REKAM JEJAK - Rekam jejak Ketua Golkar Maluku Tenggara, Nus Kei, yang tewas ditikam di Bandara Karel Sadsuitubun.
REKAM JEJAK - Rekam jejak Ketua Golkar Maluku Tenggara, Nus Kei, yang tewas ditikam di Bandara Karel Sadsuitubun. (Instagram/@golkar_maluku_tenggara)

Penikaman Nus Kei terjadi tidak lama setelah ia tiba dari Jakarta.

Saat berjalan menuju pintu keluar bandara, Nus Kei tiba-tiba diserang oleh orang tak dikenal menggunakan senjata tajam.

Hal ini diungkap oleh Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Rositah Umasugi.

“Kejadiannya itu terjadi di area pintu keluar Bandara Karel Sadsuitubun."

"Korban yang baru saja tiba dari Jakarta dengan pesawat, diserang oleh orang tidak dikenal menggunakan senjata tajam," kata Kombes Rositah, Minggu (19/4/2026).

Kronologi tersebut juga telah dibenarkan oleh Ketua DPP Partai Golkar, Dave Laksono. 

Ia menjelaskan, Nus Kei tiba di bandara sekitar pukul 10.45 WIT menggunakan pesawat Lion Air JT 880 dari Bandara Pattimura, Ambon.

"Pukul 10.45 WIT, pesawat Lion Air JT 880 (yang ditumpangi Nus Kei) landing di Bandara Udara Karel Sadsuitubun dari Bandara Pattimura Ambon," ujarnya.

Setelah mendarat, Nus Kei berjalan menuju pintu keluar untuk menemui keluarga. Namun, situasi berubah drastis ketika seorang pria berjaket merah dan mengenakan masker mendekati korban.

"Selang beberapa menit, datang seorang pria diduga pelaku memakai jaket merah dan menggunakan masker langsung menikam Saudara Almarhum Agrapinus Rumatora," kata Dave.

Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka serius.

"Mengalami empat luka tusuk di bagian dada kanan dan kiri, leher bagian kiri, serta tulang belakang," katanya.

Kakak korban, Antonius Rumatora, sempat berupaya menghentikan pelaku. Namun, pelaku melakukan perlawanan dan melarikan diri dari lokasi.

Korban yang terluka sempat mencoba menyelamatkan diri dengan berlari ke dalam area bandara.

"Saudara Agrapinus Rumatora sempat lari ke dalam bandara namun terjatuh di pintu keluar bandara dan sempat mendapat pertolongan dari petugas bandara Karel Sadsuitubun," kata Dave.

Korban kemudian dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong.

"Pukul 11.44 WIT, Agrapinus Rumatora dinyatakan meninggal dunia oleh dr. Irene Ubro akibat pendarahan hebat serta luka pada organ vital," ujarnya.

Golkar Minta Usut Tuntas

DPD I Partai Golkar Maluku mendesak aparat kepolisian mengusut tuntas kasus tersebut.

"Kami minta ini diusut tuntas," ujar Ketua DPD I Partai Golkar Maluku Umar A. Lessy.

Ia juga mengutuk keras tindakan kekerasan tersebut dan menegaskan bahwa peristiwa ini merupakan pelanggaran hukum serius.

"Mendorong semua pihak termasuk tokoh masyarakat, tokoh agama dan elemen pemuda untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi," tambahnya.

Sementara itu, Sekjen Partai Golkar Sarmuji juga menyampaikan duka mendalam atas kejadian ini.

Ia mengimbau kader Golkar untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi.

"Kepada kader, tetap waspada, tapi jangan terpancing situasi. Kita berikan kepercayaan kepada aparat kepolisian untuk mengusut tuntas peristiwa tersebut," lanjutnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.