SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, meninjau langsung progres pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Keramasan yang kini terus dikebut pengerjaannya.
Proyek yang digarap oleh PT Indo Green Power tersebut tercatat telah mencapai progres fisik sebesar 82 persen per April 2026.
Targetnya, fasilitas ini akan memasuki tahap uji coba (commissioning) pada Mei 2026 dan mulai beroperasi penuh paling lambat 18 Oktober 2026 sesuai perjanjian jual beli listrik (PPA) dengan PLN.
PLTSa Keramasan dirancang mampu mengolah hingga 1.000 ton sampah per hari dari total produksi sampah Kota Palembang yang mencapai 1.200 hingga 1.300 ton per hari.
Selain itu, fasilitas ini diproyeksikan menghasilkan energi listrik bersih hingga 20 megawatt (MW), sekaligus mengurangi timbunan sampah kota hingga 30 persen.
Dikutip dari akun Instagram @oypalembang pada Senin (20/4/2026), proyek ini merupakan bagian dari program nasional Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL/PLTSa) yang masuk dalam kategori Proyek Strategis Nasional (PSN), sebagaimana diatur dalam kebijakan pemerintah pusat untuk percepatan pembangunan instalasi pengolah sampah menjadi energi.
Baca juga: Ratu Dewa Tinjau Lokasi Rawan Laka di Sako, Dishub Diminta Buat ZOSS dan Rambu di SDN 110 Palembang
Dalam peninjauan tersebut, pihak PT Indo Green Power juga memaparkan teknologi yang digunakan dalam fasilitas tersebut, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan efisiensi proses pembakaran.
"Kita sudah sematkan dengan teknologi AI, untuk membantu pembakaran incinerator untuk menjadi lebih sempurna mengurangi human error," ujar salah satu tim PT Indo Green Power saat memaparkan progres kepada Ratu Dewa.
Selain itu, area PLTSa juga akan dilengkapi dengan fasilitas edukasi bagi masyarakat.
"Sebelah kiri nanti kita bikin exhibition hall Pak, ini semua nanti terkait pembelajaran akan kita taruh di sini di ruangan ini," tambahnya.
Ratu Dewa menyatakan optimisme bahwa PLTSa Keramasan akan menjadi solusi utama pengelolaan sampah di Kota Palembang sekaligus sumber energi ramah lingkungan.
Proyek ini juga mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kota Palembang, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, serta pemerintah pusat.
Dengan target operasional penuh pada 2026, PLTSa Keramasan diharapkan mampu menjadi langkah strategis dalam mengatasi persoalan sampah sekaligus mendukung transisi menuju energi terbarukan di Indonesia.