Kartini Modern di Dunia Industri, Kisah Inspiratif dari Kraft Heinz Indonesia
Poetri Hanzani April 20, 2026 01:34 PM

Nakita.id -Semangat perjuangan perempuan dalam meraih mimpi terus hidup dari generasi ke generasi. Nilai keberanian, ketekunan, dan keyakinan untuk melampaui batasan kerap menjadi bekal penting dalam menghadapi berbagai tantangan, terutama di dunia kerja yang dinamis. Tidak sedikit perempuan yang harus membuktikan diri di tengah stereotip dan keraguan, namun justru dari situlah lahir kisah-kisah inspiratif yang menunjukkan bahwa kesempatan dan keberhasilan dapat diraih oleh siapa saja yang berani mencoba.

Rezky Yulyanti Isa (36) melihat semangat Kartini sebagai inspirasi yang mendorongnya untuk berani bermimpi. Rezky, demikian sapaan akrabnya, memiliki mimpi bekerja di perusahaan multinasional. Maka, di tahun 2013, ia memberanikan diri melamar untuk posisi di bidang Penjualan (Sales), meski ada ketakutan di awal, karena bidang pekerjaan ini umumnya didominasi oleh laki-laki.

Pada mulanya, Rezky ditugaskan sebagai tenaga penjualan (Salesperson) di wilayah Sulawesi, dan menjadi satu-satunya perempuan. Bekerja di perusahan FMCG (Fast-Moving Consumer Goods), Rezky harus terjun ke pasar menawarkan produk kepada calon pelanggan, mengangkat barang, bahkan tak jarang ia menumpang mobil truk bersama sopir dan Sales Helper. Rezky mendengar, ada yang mengganggapnya tidak akan bertahan lama, bahkan ada yang bertaruh bahwa ia hanya akan bertahan lima bulan saja. Tetapi itu justru membakar semangatnya. Rezky terus menekuni bidang penjualan dan semakin mantap menapaki jenjang karier.

Kini, Rezky menjabat sebagai Head of Region di PT Heinz ABC Indonesia (Kraft Heinz Indonesia), sebagai pemilik merek ABC untuk produk kecap, sambal, sirup, sarden, dan minuman dalam kemasan. Sejak Rezky bergabung pada Januari 2025, Ia merupakan bagian dari 25% karyawan perempuan di bagian Penjualan. Rezky memimpin tim di wilayah Jabodetabek dan Jawa Barat, serta bertanggung jawab menyusun strategi penjualan di wilayahnya untuk mencapai target dan tujuan Perusahaan. Selain tanggung jawab yang besar di pekerjaan, Rezky juga mengemban amanah sebagai seorang ibu, untuk tumbuh kembang anak pertamanya yang belum berusia satu tahun dan masih dalam fase menyusui.

Sebagai seorang perempuan, Rezky merasa memiliki kelebihan yang membantunya lebih sukses dalam bekerja di bidang ini. Ia lebih terbuka terhadap tim dan tidak segan menunjukkan kelemahannya. Ia pun lebih berempati dan bersedia lebih banyak mendengar, sehingga semakin terbuka ruang diskusi untuk mencari solusi. Selain itu, perempuan juga lebih terbiasa melakukan beberapa tugas secara bersamaan atau multitasking.

Cerita lain datang dari Fariatun (52), seorang Line Leader di fasilitas manufaktur milik Kraft Heinz Indonesia yang berlokasi di Pasuruan, Jawa Timur. Ia tak serta merta dipercaya untuk memimpin tim. Setelah bergabung di tahun 1996, ia beberapa kali pindah bagian, termasuk assembling, packing, dan cleaning.

Hingga kemudian ia ditugaskan di bagian penimbangan produk dan mendapatkan tanggung jawab lebih untuk melakukan supervisi terhadap tim dan jadwal produksi. Di sinilah awal pengalaman Fariatun dalam kepemimpinan. Awalnya, ia merasa gugup, terutama karena timnya didominasi laki-laki dan terkadang sulit menerima arahan baru darinya. Sehingga Fariatun memutuskan bahwa dirinyalah yang harus menjadi contoh bagi rekan-rekannya.

Kini, sebagai Line Leader, Fariatun bertanggung jawab memastikan target produksi berjalan lancar sesuai jadwal, dengan fokus pada pengaturan orang, jadwal, dan supply produksi. Fariatun termasuk dalam 25% karyawan perempuan di bagian Manufacturing Operative (Operator Produksi).

Baginya, semangat Kartini merupakan motivasi bahwa perjuangan Kartini bukan hanya tentang kesetaraan gender, tetapi juga tentang kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dan berkontribusi dalam masyarakat, termasuk di dunia kerja. Perempuan harus berani mengambil peran dan tanggung jawab yang sama dengan laki-laki, karena memiliki kemampuan dan potensi yang setara. Bahkan, sebagai perempuan, ia merasa memiliki rasa empati dan humanis yang tinggi. Ia senang membantu operator yang kesulitan atau operator baru. Namun, ia juga bisa bersikap tegas di tengah kebanyakan rekan kerja laki-laki.

Rezky dan Fariatun berada di antara 32% karyawan perempuan dari total lebih dari 1.300 karyawan tetap di Kraft Heinz Indonesia, sebuah Perusahaan yang menjunjung tinggi nilai “We Demand Diversity” dan “We Champion Great People”.

Dina Sitopu, People & Performance Director Kraft Heinz Indonesia, mengatakan, Kraft Heinz Indonesia secara konsisten berkomitmen menciptakan lingkungan kerja yang inklusif dan berbasis meritokrasi.

"Kami yakin setiap individu, termasuk perempuan, memiliki kesempatan yang setara untuk berkembang dan berkontribusi. Komitmen ini tidak hanya bersifat prinsip, tetapi juga tercermin dalam berbagai data dan inisiatif” paparnya.

Di Indonesia, Kraft Heinz Indonesia telah menunjukkan progres yang signifikan, dengan peningkatan keterwakilan perempuan di posisi Indonesia Leadership Team dari 44% pada tahun 2023 menjadi 71% pada tahun 2026.

PT Heinz ABC Indonesia (Kraft Heinz Indonesia) menempatkan perempuan sebagai penggerak dalam laju bisnis yang terus bertumbuh. Dina menjelaskan bahwa keberadaan karyawan perempuan patut diperhitungkan karena turut membawa dampak signifikan melalui kontribusi, keputusan dan peran untuk membangun ekosistem bisnis yang inklusif.

Rezky dan Fariatun merupakan contoh bahwa perempuan dapat menjadi bagian dari barisan garda terdepan Perusahaan, yang berkontribusi di bidang Penjualan dan Produksi.

Dina menambahkan, Kraft Heinz Indonesia juga mengimplementasikan berbagai program untuk mendukung pemberdayaan perempuan. Di antaranya Women Leadership Institute, sebuah program yang berlaku global di dalam grup Kraft Heinz Company, bertujuan mempercepat pengembangan pemimpin perempuan melalui pelatihan intensif, asesmen, dan kesempatan membangun jejaring dengan para pemimpin perempuan lintas negara.

Selain itu, Kraft Heinz Indonesia juga memiliki program Women Leadership Forum, sebagai wadah bagi karyawan perempuan untuk saling berbagi pengalaman dan mempersiapkan diri menuju posisi kepemimpinan yang lebih tinggi.

Sementara bagi generasi muda, Perusahaan merancang program Early Talent Leadership Program. “Melalui program ini, Kraft Heinz Indonesia membuka peluang bagi talenta muda perempuan untuk berkarier di bidang manufaktur, area yang selama ini didominasi oleh laki-laki. Program ini memberikan pengalaman langsung, pembinaan secara intensif, serta peluang karier yang progresif dengan prinsip meritokrasi” kata Dina.

Berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional Agustus 2025, penduduk bekerja pada Agustus 2025 tercatat sebanyak 146,54 juta orang. Sebanyak 42,20% bekerja di sektor formal, dengan mayoritas atau 65,34% pekerja laki-laki, sedangkan perempuan 34,66%. Dalam momentum Hari Kartini, Kraft Heinz Indonesia memaknai semangat perjuangan R.A. Kartini sebagai pengingat akan pentingnya membuka akses dan kesempatan yang setara bagi perempuan untuk terus berkembang dan berdaya.

Ke depan, Kraft Heinz Indonesia akan terus mendorong representasi perempuan dalam organisasi melalui berbagai program yang dikembangkan untuk memberdayakan karyawan perempuan agar dapat terus bertumbuh secara berkelanjutan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.