Jelang Idul Adha, Pemko Padang Periksa Puluhan Kandang dan Latih Panitia Kurban
Rahmadi April 20, 2026 01:46 PM

TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 H pada tahun 2026 Pemerintah Kota (Pemko) Padang melalui Dinas Pertanian menggencarkan pengawasan hewan kurban dengan menggelar pelatihan bagi 140 panitia kurban yang tersebar di masjid dan musala.

Kepala Dinas Pertanian Kota Padang, Yoice Yulianti, mengatakan kegiatan tersebut dilaksanakan selama lima hari, mulai Senin hingga Jumat (20–24 April 2026), di lima kecamatan, yakni Koto Tangah, Kuranji, Nanggalo, Pauh, dan Lubuk Begalung.

“Selama beberapa hari ini kita melakukan sosialisasi kepada pengurus masjid dan musala, khususnya panitia kurban. Targetnya 140 panitia kurban,” ujar Yoice saat dikonfirmasi, Senin (20/4/2026).

Ia menjelaskan, pelatihan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada panitia kurban terkait tata cara memilih hewan yang layak, baik dari sisi kesehatan maupun ketentuan syariat.

Menurutnya, setelah tahap sosialisasi, pihaknya akan melanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan hewan kurban di kandang-kandang penampungan yang ada di Kota Padang.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Padang Hari Ini: Sore Hujan Ringan Saat Laga Semen Padang FC vs Persijap

“Di Kota Padang terdapat sekitar 64 kandang penampungan yang tersebar di hampir seluruh kecamatan, kecuali Padang Utara,” jelasnya.

Tim kesehatan hewan dari Dinas Pertanian, lanjut Yoice, akan turun langsung melakukan pemeriksaan terhadap ternak. Hewan yang dinyatakan sehat dan memenuhi syarat kurban akan diberi tanda khusus berupa label resmi dari Pemko Padang.

“Nanti sapi yang sudah diperiksa dan dinyatakan layak akan diberi label berwarna putih, terdapat logo Pemko Padang dan keterangan dari Dinas Pertanian sebagai tanda hewan tersebut layak kurban,” katanya.

Ia merinci, ada beberapa kriteria hewan yang dinyatakan layak untuk dikurbankan. Di antaranya berusia minimal dua tahun yang ditandai dengan tanggalnya sepasang gigi tetap, berjenis kelamin jantan, serta dalam kondisi sehat dan tidak cacat.

“Selain itu, kondisi fisik hewan juga harus baik, bulu terlihat bersih dan mengilap, serta tidak ada cairan yang keluar dari lubang hidung, telinga, maupun anus,” tambahnya.

Baca juga: Wabup Yulian Efi Tegaskan Netralitas ASN Solok Selatan, Ingatkan Bahaya Konflik Pilwana Serentak

Yoice juga mengimbau masyarakat agar membeli hewan kurban dari tempat penampungan resmi yang telah diperiksa oleh petugas.

Ia menegaskan, hewan yang tidak memiliki tanda atau label kesehatan sebaiknya tidak digunakan untuk kurban.

“Kalau tidak ada tanda dari dinas, sebaiknya jangan dibeli karena berpotensi tidak sehat,” tegasnya.

Terkait kondisi hewan kurban saat ini, Yoice menyebut pihaknya belum menemukan adanya ternak yang terindikasi penyakit. Namun, pemeriksaan secara menyeluruh masih terus dilakukan.

“Sampai saat ini kita belum mendapat laporan adanya hewan yang sakit, karena pemeriksaan masih berlangsung di kandang-kandang penampungan,” ujarnya.

Ia menambahkan, dalam beberapa pekan ke depan, pasokan hewan kurban dari berbagai daerah diperkirakan akan mulai masuk ke Kota Padang. Untuk itu, masyarakat diminta lebih cermat dan memperhatikan ketentuan dalam memilih hewan kurban.

Dengan adanya pelatihan dan pengawasan ini, Pemko Padang berharap pelaksanaan ibadah kurban tahun ini dapat berjalan dengan aman, sehat, dan sesuai syariat Islam. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.