Pemkot Pangkalpinang Dorong Kolaborasi Warga Atasi Sampah, Kesadaran Jadi Kunci
Ardhina Trisila Sakti April 20, 2026 02:03 PM

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang terus berupaya mencari solusi atas persoalan sampah yang hingga kini belum sepenuhnya teratasi. Salah satu langkah yang tengah disiapkan adalah pembangunan fasilitas pengolahan sampah terpadu (TP3ST).

Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Dessy Ayutrisna mengungkapkan bahwa rencana tersebut masih dalam proses, termasuk upaya pengajuan dukungan anggaran ke pemerintah pusat.

"Sampah ini kan pemerintah terus berusaha. Saat ini masih dalam proses untuk membangun TP3ST sesuai arahan Pak Wali Kota. Kami juga sudah berkunjung ke pusat untuk meminta bantuan anggaran," ujar Dessy kepada Bangkapos.com, Senin (20/4/2026).

Meski demikian, ia menegaskan bahwa upaya pemerintah tidak akan berjalan optimal tanpa dukungan dan kesadaran masyarakat. Menurutnya, perilaku membuang sampah sembarangan masih menjadi persoalan utama yang kerap berulang.

"Sering kali masyarakat yang melintas, ketika melihat lahan kosong, langsung membuang sampah bahkan sampai ke sungai. Meski sudah dibersihkan, hal yang sama terus terjadi. Artinya ini bukan hanya persoalan pemerintah saja," katanya.

Dessy menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam mengatasi persoalan lingkungan, khususnya sampah.

Ia menilai perubahan perilaku menjadi faktor penentu keberhasilan pengelolaan sampah di Pangkalpinang.

"Pemerintah tidak bisa bergerak sendiri. Dukungan, partisipasi, dan kesadaran seluruh masyarakat Pangkalpinang menjadi kunci utama," tegasnya.

Sebagai langkah pengawasan, Pemkot juga mulai memasang kamera pengawas (CCTV) di sejumlah titik rawan pembuangan sampah liar. Namun, fasilitas tersebut masih terbatas.

"CCTV saat ini baru terpasang di dua titik, dan itu pun merupakan bantuan dari Bank Sumsel. Kami berharap fasilitas ini dapat dijaga bersama oleh masyarakat," jelasnya.

Kendati demikian, Dessy mengingatkan bahwa penggunaan teknologi tidak akan efektif jika tidak dibarengi dengan kesadaran kolektif warga.

"Sebanyak apapun CCTV dipasang, tanpa kesadaran warga, persoalan ini tidak akan pernah benar-benar teratasi," ujarnya.

Lebih lanjut, ia juga mengajak insan media untuk turut berperan aktif dalam mengedukasi masyarakat terkait pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

"Kami berharap rekan-rekan media ikut mengedukasi masyarakat agar disiplin membuang sampah dan menjaga kebersihan lingkungan," pungkasnya.

(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.