TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Unit Kegiatan Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Katolik (UKM-KMK) berkolaborasi dengan Keluarga Mahasiswa Kristen (UKM-PMK) Universitas Papua (Unipa) menggelar kegiatan Latihan Kepemimpinan dan Character Building bagi mahasiswa.
Kegiatan pelatihan tersebut berlangsung selama dua hari di Fakultas Peternakan Unipa dan diikuti oleh anggota UKM-KMK dan UKM-PMK yang berasal dari berbagai fakultas di lingkungan kampus, Sabtu (18/4/2026).
Pelatihan mengusung tema “Membentuk Pemimpin Berintegritas dan Berdampak”, dengan tujuan membekali mahasiswa tidak hanya dari sisi kepemimpinan, tetapi juga pembentukan karakter yang kuat.
Selama pelaksanaan kegiatan, para peserta mendapatkan berbagai materi dari narasumber berpengalaman.
Di antaranya, materi tentang Visi dan Panggilan Hidup Pemimpin Kristen yang disampaikan oleh Pdt. Abimelekh Tuth, Kepemimpinan Visioner di Kampus dan Gereja oleh Dr. Endra Gunawan, serta Manajemen Waktu yang dibawakan oleh Prof. Jhonni Marwa.
Selain itu, Dr. Simson Werimon menyampaikan materi terkait Organisasi Kampus, Prof. Benediktus Tanujaya membahas Komunikasi dan Kerja Tim, Makarius Bajari mengulas Manajemen Konflik dalam Organisasi, serta Julfian Jigibalom membawakan materi tentang Pemimpin yang Memberikan Dampak.
Baca juga: PPI MIB dan FEB Unipa Dorong Semangat Belajar Anak-anak di Pesisir Manokwari Utara
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Wakil Rektor I Bidang Akademik Unipa, Prof. Jhonni Marwa, yang memberikan kepercayaan kepada UKM-KMK dan UKM-PMK sebagai pelaksana kegiatan.
Sekretaris UKM-KMK Unipa, Andrew Wamu, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab yang diberikan oleh pihak kampus kepada kedua organisasi mahasiswa tersebut.
“Kami dari UKM-KMK dan UKM-PMK diberikan kepercayaan oleh Wakil Rektor I untuk menyelenggarakan pelatihan ini,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini dirancang untuk memperkuat kapasitas diri mahasiswa sekaligus membangun karakter kepemimpinan yang berintegritas dan mampu memberikan dampak positif di lingkungan sekitar.
Selain pengembangan diri, pelatihan ini juga memberikan manfaat administratif berupa sertifikat yang dapat digunakan sebagai salah satu syarat pendukung dalam pengurusan Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) yang diterbitkan oleh pihak universitas.
Salah satu peserta, Julian Mayor, mengaku kegiatan tersebut sangat bermanfaat, terutama dalam membentuk karakter kepemimpinan yang berlandaskan nilai spiritual.
“Kegiatan ini tidak hanya membangun pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga membentuk sikap hati untuk memuliakan Tuhan,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir generasi pemimpin muda dari berbagai disiplin ilmu yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas moral serta kesiapan dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan.