Viral Ratusan Santri di Demak Diduga Keracunan MBG, Ibu Menyusui Ikut Terdampak
Tommy Kurniawan April 20, 2026 03:48 PM

TRIBUNJAMBI.COM – Sejumlah warga di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, diduga mengalami keracunan setelah menyantap program Makan Bergizi Gratis (MBG). Salah satu korban diketahui merupakan ibu menyusui yang mengalami gejala mual.

Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi pada Minggu (19/4/2026) dari makanan yang didistribusikan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Pilangwetan, Kecamatan Kebonagung.

Kepala Puskesmas Kebonagung, Arief Setiawan, mengatakan hingga Minggu sore terdapat lima korban dari kategori rentan atau golongan 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

“Ibu menyusui tadi sempat mengalami mual dan langsung kami berikan penanganan,” ujarnya.

Dari lima korban tersebut, empat orang menjalani rawat jalan, sementara satu lainnya harus dirujuk ke RSU PKU Muhammadiyah Gubug untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Ratusan Korban dari Sejumlah Ponpes

Data sementara menunjukkan jumlah korban dugaan keracunan cukup besar. Hingga Minggu siang, lebih dari 150 orang dilaporkan mengalami gejala serupa setelah mengonsumsi MBG.

Baca juga: Kejati Jambi Kejar 11 DPO, Minta Buronan Segera Menyerahkan Diri

Korban berasal dari sejumlah pondok pesantren di wilayah Desa Pilangwetan, di antaranya Ponpes Bustanul Qur’an, Ponpes Asnawiyah, Ponpes Hidayatul Mubtadiin, dan Ponpes Al Ma’arif.

Sebagian besar korban mengalami gejala ringan dan menjalani rawat jalan, sementara lainnya dirujuk ke fasilitas kesehatan untuk penanganan lebih lanjut.

Distribusi Ribuan Porsi MBG

Koordinator Wilayah SPPG Demak, Ali Muzani, menjelaskan bahwa dapur SPPG Desa Pilangwetan sebelumnya mendistribusikan sekitar 1.484 porsi MBG pada Sabtu (18/4/2026).

Namun, laporan yang diterima pada Minggu pagi menunjukkan adanya dugaan keracunan di sejumlah lokasi pendidikan di desa tersebut.

“Total yang dirujuk ke fasilitas kesehatan mencapai sekitar 95 orang,” katanya.

Penyebab Masih Diselidiki

Hingga kini, penyebab pasti dugaan keracunan masih dalam tahap penyelidikan. Pihak SPPG bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Demak masih menunggu hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan.

“Kami masih melakukan koordinasi dan penelusuran untuk memastikan penyebab kejadian ini,” ujar Ali.

Sementara itu, pihak kesehatan mengimbau masyarakat yang mengalami gejala seperti mual, muntah, atau pusing setelah mengonsumsi makanan tersebut untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.