Tiga Desa di Perbatasan Kabupaten Nunukan Dicanangkan Jadi Desa Cantik, Begini Penjelasan BPS
Junisah April 20, 2026 04:14 PM

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN – Tiga desa di wilayah perbatasan Kecamatan Sebatik mendadak jadi sorotan. Badan Pusat Statistik (BPS) Nunukan resmi mencanangkan Desa Padaidi Kecamatan Sebatik, dan Desa Balansiku serta Desa Sei Manurung Kecamatan Sebatik Barat, sebagai Desa Cantik (Desa Cinta Statistik), Jumat (17/4/2026).

Pencanangan yang dilakukan di Aula Kantor Kecamatan Sebatik ini bukan sekadar seremoni. Program Desa Cantik digadang-gadang bakal mengubah cara desa menyusun kebijakan, dari yang sebelumnya berbasis perkiraan, kini dituntut berbasis data akurat.

Sejumlah pejabat penting turut hadir, mulai dari Kepala BPS Nunukan Iskandar Ahmaddien, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Helmi Pudaaslikar, Kepala Diskominfo Arief Budiman, hingga Camat Sebatik Hadriyani.

Camat Sebatik, Hadriyani, menegaskan langkah ini jadi momentum besar, terutama bagi wilayah perbatasan yang selama ini kerap menghadapi keterbatasan data.

Baca juga: Tahun 2026, BPS Targetkan Pembinaan Desa Cantik di 3 Desa Malinau  Kalimantan Utara

“Kalau datanya valid dan terintegrasi, kebijakan yang diambil pasti lebih tepat sasaran dan langsung dirasakan masyarakat,” ujar Hadriyani.

Tak kalah tegas, Kepala BPS Nunukan Iskandar Ahmaddien menyebut desa kini tak boleh lagi hanya menjadi objek pembangunan.

Menurutnya, desa harus naik kelas menjadi subjek utama yang mampu mengelola dan memanfaatkan data secara mandiri.

“Lewat pembinaan berkelanjutan, desa diharapkan bisa menyusun data sendiri dan menggunakannya untuk menentukan arah pembangunan,” katanya.

Program Desa Cantik sendiri berfokus pada peningkatan literasi statistik serta penguatan sistem pengelolaan data desa agar lebih rapi, mutakhir, dan berkelanjutan.

Baca juga: Wali Kota Launching Program Desa Cantik, BPS Tarakan Siapkan Percepatan Sistem Statistik Nasional

Dengan pencanangan ini, tiga desa di Kecamatan Sebatik diharapkan menjadi percontohan bagi desa lain di Kabupaten Nunukan.

Jika berhasil, bukan tidak mungkin kebijakan pembangunan di tingkat desa ke depan akan jauh lebih terarah, terukur, dan berdampak nyata bagi masyarakat.

(*)

Penulis: Fatimah Majid

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.