Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Novanda Halirat
AMBON, TRIBUNAMBON.COM- Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena akhirnya buka suara terkait pemilihan jabatan Sekretaris Kota (Sekkot) yang saat ini tengah berlangsung.
Wattimena menegaskan jabatan ini bukanlah soal politik yang memerlukan tim sukses atau kontestasi.
Melainkan jabatan karir tertinggi bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan cara pencalonan yang sehat.
“Ini adalah jabatan karier ASN, puncak karier di pemerintah kota. Bukan untuk dukung-mendukung, bukan untuk membentuk tim sukses, bukan pejabat publik, dan bukan kontestasi politik,” ujarnya saat apel pagi di Balai Kota Ambon, Senin (20/4/2026).
Bodewin menyayangkan fenomena masing-masing calon yang diduga memiliki kubuh pendukung.
Baca juga: Tekan Biaya Logistik, TPK Pelindo Ambon Siapkan Cold Storage dan Perkuat Infrastruktur
Baca juga: Dorong Inklusi Keuangan Digital, 3 RTP di Kota Ambon Dilengkapi Pembayaran Qris
Situasi yang terjadi belakangan ini menyebabkan mereka mendapatkan serangan fitnah dari pihak luar.
ia pun mengecam tindakan calon yang diduga adanya membentuk tim sukses dan sesi dukung mendukung.
Wattimena menerangkan tujuan dari seleksi ini adalah mencari pemimpin masa depan yang berintegritas, bukan ajang untuk kembali ke masa lalu.
Ia dengan tegas memberikan peringatan keras kepada seluruh ASN untuk menjaga netralitas dan tidak adanya keterlibatan dukung- mendukung kandidat.
“Saya sudah tegaskan di apel pagi, tidak ada dukung-mendukung. Siapapun yang terpilih nanti, itulah pimpinan saudara-saudara semua. Jika ada ASN yang ketahuan terlibat, mohon maaf akan ada sanksi,” tegasnya.
Apabila ditemukan adanya praktik politik dan fitnah yang mencederai proses seleksi, tindakan tegas akan di ambil.
Wali Kota mengancam akan menghentikan proses seleksi definitif dan tetap menggunakan Pelaksana Tugas (Plt) yang akan digilir secara berkala.
“Kalau terus terjadi seperti ini, kita hentikan saja. Tidak ada lagi seleksi definitif, kita pakai Plt saja. Kita buat sistem seperti pada Bank Indonesia (BI), dua bulan ganti, dua bulan ganti. Semua pimpinan OPD bisa merasakan jadi Sekda,” tegasnya.
Dirinya berharap masyarakat dan seluruh pihak terkait dapat menghormati proses ini dengan cara yang sehat, tanpa fitnah, demi menciptakan tata kelola pemerintahan yang lebih baik di masa depan.
Saat ini tercatat ada empat pejabat yang telah mendaftar untuk mengikuti seleksi calon Sekkot.
Yaitu Plt. Sekkot Robby Sapulette, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (LHP), Apries Gaspersz, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Steven Dominggus, serta Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Ambon, Richard Luhukay.
Selanjutnya untuk keempat calon yang tengah berkompetisi, ia meminta untuk menjaga profesionalisme. (*)