Warga Melati Garden Batam Keluhkan Asap dan Bau Menyengat, Diduga dari Aktivitas Perusahaan
Dewi Haryati April 20, 2026 07:28 PM

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Warga Perumahan Melati Garden, Kelurahan Sungai Harapan, Kecamatan Sekupang, Kota Batam, mengeluhkan pencemaran udara yang diduga berasal dari aktivitas pembakaran dan peleburan limbah aluminium serta plastik dari sebuah perusahaan di sekitar perumahan.

Keluhan ini mencuat setelah warga kerap mencium bau menyengat, terutama saat angin berhembus ke arah permukiman. 

Tidak hanya mengganggu kenyamanan, kondisi itu juga disebut memicu sesak napas bagi sebagian warga.

Cahyo, warga Melati Garden, mengatakan aktivitas tersebut sudah berlangsung cukup lama. Namun hingga kini, menurutnya belum ada penanganan tegas dari pihak terkait.

“Baunya sangat menyengat, apalagi kalau malam hari. Kadang sampai sesak napas. Kami sudah sering mengeluh dan melapor, tapi belum ada tanggapan yang jelas,” ujar Cahyo, Senin (20/4/2026).

Ia mengatakan, sebelumnya cerobong asap perusahaan rendah, sehingga asap langsung mengarah ke permukiman. 

Setelah mendapat protes dari warga, pihak perusahaan meninggikan cerobong tersebut. Meski begitu, bau dari proses peleburan aluminium masih tetap terasa kuat.

“Sekarang cerobongnya memang sudah lebih tinggi, tapi kalau angin kencang tetap saja asapnya turun ke rumah warga,” katanya.

Cahyo menyebut, aktivitas pembakaran di perusahaan tersebut saat ini lebih sering dilakukan pada malam hari, sekitar pukul 22.00 WIB hingga dini hari. Hal itu diduga untuk mengelabui warga.

“Kalau siang jarang, mungkin karena sering kami dokumentasikan. Tapi malam justru sering beroperasi, baunya itu terasa sampai pagi,” kata Cahyo.

Selain itu, warga menduga proses pembakaran menggunakan bahan bakar seperti solar dan oli bekas, yang memperparah bau dan polusi yang dihasilkan.

Upaya pelaporan pun telah dilakukan warga ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Bahkan, pernah dilakukan uji emisi oleh pihak terkait. Namun, warga menilai hasil uji tersebut tidak mencerminkan kondisi sebenarnya di lapangan.

“Waktu uji emisi, produksinya tidak seperti biasanya, jadi hasilnya dianggap masih aman. Tapi setelah itu, kondisi kembali seperti semula,” tuturnya.

Warga khawatir paparan asap dalam jangka panjang dapat berdampak buruk terhadap kesehatan, terutama bagi anak-anak dan lansia yang tinggal di kawasan tersebut.

Hingga kini, warga berharap pemerintah daerah dan instansi terkait dapat segera turun tangan melakukan peninjauan ulang serta mengambil langkah tegas terhadap aktivitas yang diduga mencemari lingkungan tersebut.

Sementara mengenai keluhan warga tersebut, pihak perusahaan yang dikonfirmasi Tribun Batam belum memberikan tanggapan. Pesan yang dikirimkan belum mendapat balasan. (Tribunbatam.id/Pertanian Sitanggang)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.