Sosok Dani Hollat, Kematiannya 2019 Lalu Diduga Pemicu Dendam Hendrikus Atlet MMA Tewaskan Nus Kei
Rusaidah April 20, 2026 05:43 PM

 

BANGKAPOS.COM -- Nama Fenansius Wadanubun alias Dani Hollat mendadak jadi sorotan baru-baru ini.

Pasalnya, di kasus penikaman Ketua DPD Partai Golkar Maluku Tenggara Nus Kei, nama Dani Hollat muncul yang dituding jadi pemicu Hendrikus Rahayaan Finansius Ulukyanan alias Finis menghabisi Nus Kei.

Diketahui Dani Hollat telah tewas dan kejadiannya telah terjadi 2019 silam.

Penikaman Nus Kei terjadi di Bandara Karel Sadsuitubun, Langgur, Kabupaten Maluku pada Minggu (19/4/2026).

Baca juga: Sepak Terjang Hendrikus Rahayaan, Petarung MMA Tewaskan Nus Kei Dituding Otak Pembunuhan Dani Hollat

Dia tewas dengan empat luka tusukan empat hari jelang Musda Partai Golkar Maluku Tenggara.

Kapolres Maluku Tenggara AKBP Rian Suhendi mengatakan Nus Kei ditusuk oleh saudaranya sendiri, Hendrikus Rahayaan.

AKBP Rian menyebut motif di balik aksi penikaman tersebut.

"Motifnya adalah dendam. Kedua pelaku meyakini bahwa korban merupakan otak di balik pembunuhan saudara mereka, Fenansius Wadanubun alias Dani Hollat," kata AKBP Rian.

Lalu siapa sosok Dani Hollat?

Sosok Dani Hollat

Tak banyak informasi mengenai sosok Dani Holat.

Pria bernama Fenansius Wadanubun tersebut tewas di dekat Apartemen Metro Galaxy Kalimalang, Bekasi.

NUS KEI - Nus Kei sedang memberikan keterangan kepada awak media di Polda Metro Jaya, Selasa (23/6/2020). Agrapinus Rumatora yang menjabat Ketua DPC Partai Golkar, Kabupaten Maluku Tenggara, itu tewas ditikam pada Minggu (19/4/2026). 
NUS KEI - Nus Kei sedang memberikan keterangan kepada awak media di Polda Metro Jaya, Selasa (23/6/2020). Agrapinus Rumatora yang menjabat Ketua DPC Partai Golkar, Kabupaten Maluku Tenggara, itu tewas ditikam pada Minggu (19/4/2026).  (WARTA KOTA/NUR ICHSAN)

Menurut penjelasan AKBP Rian kejadian tewasnya Dani Hollat telah terjadi 2019 silam.

Dani Hollat masih memiliki hubungan saudara dengan mereka.

Baca juga: Biodata Syekh Ahmad Al Misry Diduga Terseret Pelecehan Sesama Jenis Sejak 2021, Dilapor ke Bareskrim

Kematiannya pun disebut jadi pemicu mengapa Hendrikus dan Fini menikam Nus Kei hingga tewas.

Pasalnya Nus Kei disebut-sebut sebagai otak di balik tewasnya Dani Hollat.

Motif Dendam

Kapolres Maluku Tenggara, AKBP Rian Suhendi, mengatakan, penusukan terhadap Nus Kei dilatari dendam lama terkait insiden berdarah yang terjadi beberapa tahun lalu di Bekasi.

"Motifnya adalah dendam. Kedua pelaku meyakini bahwa korban merupakan otak di balik pembunuhan saudara mereka, Fenansius Wadanubun alias Dani Hollat, yang tewas di dekat Apartemen Metro Galaxy Kalimalang, Bekasi, beberapa tahun lalu," jelas AKBP Rian Suhendi melansir dari berbagai sumber. 

Catatan Tribunmedan.com, insiden di Bekasi merupakan bentrokan maut antara dua kelompok terkait penguasaan lahan kosong di samping apartemen Metro Galaxy Park, Kota Bekasi, pada 21 Juni 2019. 

Dani Hollat bersama lima orang rekannya berjaga di lahan sengketa tersebut. Kelompok ini diserang pada malam hari oleh sekelompok lainnya yang berjumlah sekitar 20 orang.

Dalam insiden itu, Dani Hollat tewas akibat luka tembak. Sedangkan beberapa orang rekannya terluka kena tembakan dan bacokan.

Profil Hendrikus Rahayaan

Nama Hendrikus Rahayaan sempat mencuri perhatian di dunia Mixed Martial Arts (MMA), bukan hanya karena prestasinya, tetapi juga karena latar belakang kehidupannya yang keras dan dekat dengan perkelahian sejak usia muda.

Pria kelahiran 6 Desember 1997 asal Tual, Maluku ini dikenal memiliki kecenderungan kuat terhadap konflik fisik. 

Sejak kecil, ia sudah terbiasa terlibat perkelahian dengan teman sebaya. 

Kebiasaan itu bahkan berlanjut hingga remaja, di mana ia kerap terlibat tawuran dan aksi kekerasan di lingkungan sekitarnya.

Kegemarannya tersebut bukan tanpa konsekuensi. 

Baca juga: Daftar Terbaru Harga Elpiji 12 Kg dan 5,5 Kg Se-Indonesia yang Naik Sejak 18 April 2026

Ia sempat mendapat penolakan dari keluarga karena dianggap sering menimbulkan masalah.

"Awalnya itu memang suka sekali cari gara-gara, beta (Saya) itu memang berawal di jalanan dari situ terus tidak disukai oleh keluarga," katanya kepada TribunAmbon.com, Kamis (25/8/2023).

Alih-alih meninggalkan kebiasaan itu, Hendrikus justru memilih mengarahkannya ke jalur yang lebih terstruktur, yakni dunia olahraga bela diri.

Ia mulai berlatih serius di bawah bimbingan kakeknya yang merupakan pelatih dan menguasai beberapa cabang bela diri seperti Muay Thai, Wushu dan tinju.

Dengan latar mental “jalanan” dan latihan disiplin, ia kemudian terjun ke ajang MMA profesional, termasuk di One Pride.

Gaya bertarungnya yang agresif mencerminkan karakter lamanya yang terbiasa berkelahi, namun kini dikemas dalam arena resmi. 

DITANGKAP - Hendrikus Rahayaan adalah atlet Mixed Martial Arts (MMA) sekaligus keponakan John Kei. Ia adalah satu dari dua pelaku pembunuhan terhadap Nus Kei yang ditangkap polisi. Motifnya adalah dendam lama.
DITANGKAP - Hendrikus Rahayaan adalah atlet Mixed Martial Arts (MMA) sekaligus keponakan John Kei. Ia adalah satu dari dua pelaku pembunuhan terhadap Nus Kei yang ditangkap polisi. Motifnya adalah dendam lama. (Dok istimewa/Tribun Ambon)

Dua laga awalnya bahkan berakhir dengan kemenangan meyakinkan, salah satunya lewat TKO dalam waktu singkat.

Meski begitu, citra keras yang melekat pada dirinya kembali menjadi sorotan pada April 2026. 

Hendrikus ditangkap aparat kepolisian terkait kasus penikaman yang menewaskan Agrapinus Rumatora alias Nus Kei di Bandara Karel Sadsuitubun.

Baca juga: Lebaran Haji Idul Adha 2026 Kapan? Ini Jadwal Versi Muhammadiyah dan Pemerintah dan Tanggal Libur

Kapolres Maluku Tenggara, Rian Suhendi, menyebut Hendrikus sebagai salah satu terduga pelaku bersama rekannya. 

Motif kejadian diduga dilatarbelakangi dendam lama.

"Motifnya adalah dendam. Kedua pelaku meyakini bahwa korban merupakan otak di balik pembunuhan saudara mereka, Fenansius Wadanubun alias Dani Hollat, yang tewas di dekat Apartemen Metro Galaxy Kalimalang, Bekasi, beberapa tahun lalu," jelas AKBP Rian Suhendi.

Kasus ini menambah panjang sorotan terhadap sosok Hendrikus, yang sejak awal dikenal memiliki kecenderungan menyelesaikan konflik dengan kekerasanbaik di masa lalu maupun dalam perjalanan hidupnya hingga kini.

Profil Agrapinus Rumatora (Nus Kei)

Nus Kei didapuk sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Maluku Tenggara, mengutip infopemilu.kpu.go.id.  

Ia tercatat aktif dalam kepengurusan partai politik di tingkat Kabupaten/Kota.

Gelar akademik yang mengikuti namanya yakni Drs. 

Drs. adalah singkatan dari Doktorandus, yaitu gelar akademik lama di Indonesia.

Diberikan kepada laki-laki yang lulus pendidikan sarjana (S1), terutama di bidang ilmu sosial, ekonomi, atau humaniora.

Mengutip laman Instagram @golkar_maluku_tenggara, Nus Kei pernah menjadi Bakal Bupati Maluku Tenggara periode 2024 - 2029.

Dirinya memiliki putri yang juga mengikuti jejaknya sebagai politisi Partai Golkar, Desly Claudya Rumatora. 

Kronologi Penikaman

Kabar duka menyelimuti Maluku Tenggara setelah Ketua DPD Partai Golkar setempat, Agrapinus Rumatora atau yang akrab disapa Nus Kei, tewas akibat penikaman di Bandara Karel Sadsuitubun, Minggu (19/4/2026).

Insiden maut ini terjadi sesaat setelah korban mendarat dari penerbangan asal Ambon sekitar pukul 11.10 WIT.

Ketika sampai di depan pintu keluar bandara untuk menemui keluarganya, Nus Kei langsung ditikam oleh orang tidak kenal (OTK).

Pada momen tersebut, kakak Nus Kei, Antonius Rumatora langsung membanting pelaku. Namun, pelaku berujung melawan dan melarikan diri.

"Selang beberapa menit, datang seorang pria diduga pelaku memakai jaket merah dan menggunakan masker langsung menikam Saudara Almarhum Agrapinus Rumatora."

"Melihat kejadian tersebut Saudara Antonius Rumatora (kakak korban) sempat memeluk dan membanting yang diduga pelaku namun pelaku melawan dan berhasil melarikan diri," demikian rilis resmi yang diterima dari Ketua DPP Partai Golkar, Dave Laksono, Minggu (19/4/2026) melansir Tribunnews.com.

Setelah itu, Nus Kei sempat lari ke dalam bandara tetapi terjatuh dan sempat memperoleh pertolongan dari petugas di lokasi.

Baca juga: Profil Desly Claudya Rumatora, Putri Nus Kei yang Tewas Ditikam OTK, Ikuti Jejak Ayah Sang Politisi

Nus Kei lantas dilarikan ke Rumah Sakit Karel Sadsuitubun untuk penanganan medis. Nahas, korban dinyatakan meninggal dunia setibanya di rumah sakit.

"Pukul 11.44 WIT, Saudara Agrapinus Rumatora dinyatakan meninggal akibat pendarahan hebat serta luka pada organ vital," tuturnya.

Berdasarkan laporan yang diterima, Nus Kei menderita empat luka tusuk di bagian dada sebelah kanan dan kiri, leher bagian kiri, serta tulang belakang.

Di sisi lain, maksud dari Nus Kei berada di Kabupaten Maluku Tenggara untuk menghadiri acara partai.

"Kedatangan Agrapinus Rumatora Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara untuk mengikuti Musda Partai Golkar Maluku Tenggara yang direncanakan akan dilaksanakan pada tanggal 22 April 2026," pungkasnya.

(TribunAmbon.com/Tribunnews.com/TribunTimur.com/Kompas.com/Tribunmedan.com/Bangkapos.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.