Kelas Pesantren Hidayatullah Mamuju Terbakar Polisi Koordinasi Pemkab Cari Tempat Belajar Sementara
Ilham Mulyawan April 20, 2026 05:47 PM

 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Kebakaran melanda Pondok Pesantren (Ponpes) Hidayatullah yang berlokasi di Jalan Abdul Syakur, Kabupaten Mamuju, pada Minggu (19/4/2026) sekitar pukul 12.30 WITA.

Peristiwa tersebut menghanguskan sejumlah fasilitas pendidikan, di antaranya ruang kelas TK dan SD Hidayatullah serta satu ruangan milik Baitul Maal Hidayatullah (BMH).

Kapolresta Mamuju, Kombes Pol Ferdyan Indra Fahmi, turun langsung ke lokasi untuk memimpin proses pemadaman sekaligus melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). 

Baca juga: Laga Pembuka Liga 4 Sulbar Berakhir Imbang 1-1 Gasman Majene dan PS Mateng Berbagi Angka

Baca juga: Satpol PP Mamuju Tengah Razia Pelajar Bolos, 15 Siswa Terjaring di Topoyo dan Tobadak

Berdasarkan hasil olah TKP, diketahui bahwa sumber api pertama kali muncul dari pos keamanan (security). Lanjutnya 

“Di TKP ditemukan adanya terminal kotak kontak listrik di dalam pos security yang terhubung dengan beberapa perangkat elektronik seperti kipas angin, dispenser, dan amplifier. Diduga terjadi percikan bunga api dari tumpukan instalasi listrik tersebut,” ujar Kapolresta Mamuju 

Keterangan ini diperkuat oleh saksi mata yang pertama kali melihat kejadian, yang menyebutkan bahwa api memang berasal dari dalam pos security sebelum kemudian membesar dan merambat ke atas plafon serta bangunan lainnya.

Dari hasil penyelidikan awal, dapat dipastikan bahwa penyebab kebakaran berasal dari percikan listrik (arus pendek) pada terminal kotak kontak di pos security tersebut.

POLICE LINE - Polisi memasang police line atau garis polidi di TKP kejadian kebakaran Pondok pesantren Hidayatullah Mamuju pada Minggu (19/4/2026).
POLICE LINE - Polisi memasang police line atau garis polidi di TKP kejadian kebakaran Pondok pesantren Hidayatullah Mamuju pada Minggu (19/4/2026). (Tribun-Sulbar.com/Suandi)

Meski sempat menimbulkan kepanikan di lingkungan pondok pesantren, api akhirnya berhasil dipadamkan berkat kerja sama tim dari Pemadam Kebakaran Mamuju yang dibantu oleh personel Brimob Sulbar dan Polresta Mamuju. 

Dalam proses pemadaman, selain mobil Damkar petugas juga mengerahkan armada water cannon milik Sat Brimob dan Sat Samapta Polresta untuk mempercepat pengendalian api.

Akibat kejadian ini, ada sekitar 6 kelas yang terbakar dan dampaknya ratusan siswa TK dan SD Hidayatullah untuk sementara waktu tidak dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar. 

Kebakaran ini berdampak langsung pada operasional pendidikan di ponpes tersebut.

Komunikasi ke Pemkab

Tercatat lebih dari seratus murid PAUD kehilangan ruang kelas mereka.

Menanggapi hal ini, Kapolresta menyatakan akan segera berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) setempat untuk mencari solusi jangka pendek.

"Murid yang terdampak berjumlah lebih dari seratus orang. Kami akan upayakan ke Pemda untuk mencari solusi tempat sementara agar proses belajar tetap bisa berjalan," pungkas Ferdyan.

Situasi di lokasi saat ini telah ditangani oleh Tim Olah TKP Satreskrim Polresta Mamuju dgn dipasang garis Police Line dan sudah dinyatakan aman dan kondusif, sementara proses pendataan kerugian masih terus dilakukan. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.