TRIBUNJAKARTA.COM, PADEMANGAN - Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk. yang baru, Syahmudrian Lubis, mengungkapkan pesan khusus Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang disampaikan kepada dirinya setelah terpilih menjadi dirut baru.
Menurut Syahmudrian, Pramono meminta langsung kepada dirinya untuk membuat kawasan wisata Ancol Taman Impian relevan bagi masyarakat Jakarta.
"Yang menarik dalam hal ini adalah Pak Gubernur DKI Jakarta berpesan kepada saya secara pribadi bahwa, tolong bawa Ancol ini ke tempat yang lebih baik," kata Syahmudrian, dikutip Senin (20/4/2026).
Kata Syahmudrian, Pramono meminta melakukan modernisasi di kawasan wisata pesisir Jakarta itu.
Jajaran direksi yang baru juga diharapkan dapat mengubah citra Ancol menjadi lebih baik dan semakin relevan bagi warga Ibu Kota.
"Tolong modernisasi Ancol ini. Tolong lakukan beautifikasi, sehingga Ancol ini menjadi suatu tempat yang masih tetap relevan bagi masyarakat Jakarta," ucap Syahmudrian menirukan pesan Pramono Anung.
Syahmudrian menyadari bukan suatu pekerjaan yang mudah untuk membuat Ancol Taman Impian tetap relevan sampai puluhan tahun ke depan.
Apalagi, secara fundamental, pengunjung punya perilaku yang sudah berubah.
"Mereka itu tidak lagi hanya sekadar untuk berkunjung, mereka itu sudah lebih menilai kepada experience, connection, dan value-value yang bisa ditawarkan oleh leisure ecosystem," ucap Syahmudrian.
Lebih lanjut, Syahmudrian menilai masyarakat Jakarta saat ini tidak lagi sekadar datang berkunjung, tetapi ingin merasakan pengalaman yang berkesan saat menghabiskan waktu di kawasan wisata.
Menurut dia, pengunjung ingin mengetahui pengalaman apa saja yang bisa mereka dapatkan ketika datang bersama keluarga, sahabat, maupun orang terdekat di Ancol.
Ia menyebut, pihak manajemen telah bersepakat untuk membawa Ancol bertransformasi menjadi kawasan wisata berbasis pengalaman terintegrasi.
"Termasuk value apa yang bisa ditawarkan oleh Ancol. Kami bersepakat di eksekutif kami bahwasanya Ancol ke depan harus bertransformasi menjadi integrated experience-driven ecosystem. Jadi kita akan membawa itu menjadi end-to-end visitor experience journey di dalam Ancol sendiri," ujarnya.
Selain transformasi konsep wisata, Syahmudrian juga menyoroti masih banyaknya aset dan ekosistem Ancol yang belum dimanfaatkan secara optimal.
Menurut dia, dalam waktu satu hingga dua tahun ke depan, manajemen berkomitmen mengoptimalkan seluruh potensi tersebut.
"Di Ancol ini sebesar 553 hektare yang Ancol miliki, aset dan ekosistemnya belum teroptimalisasi dengan optimum. Sehingga kita mempunyai suatu buah komitmen bahwa dalam waktu dekat, minimum sekitar 1 sampai 2 tahun ke depan, aset dan ekosistem yang belum optimum itu akan kami optimasi dengan sangat kuat," ucapnya.