Lippo Cikarang Latih 100 Kader Posyandu Tekan Stunting di Bekasi
Dwi Rizki April 20, 2026 08:35 PM

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI - Ratusan kader Posyandu Desa Cibatu, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi mengikuti seminar edukasi kesehatan sebagai upaya percepatan penurunan stunting di Hotel Cikarang pada Senin (20/4/2026).

Pelatihan ini digelar LippoLand dengan menghadirkan narasumber profesional, dr. Bernas Napitupulu, Sp.OG dari RS Metro Hospitals Cikarang, yang memberikan para kader peningkatan wawasan dan keterampilan dalam mengolah PMT berbasis bahan lokal, sekaligus memperdalam pengetahuan terkait pencegahan dan penanganan stunting pada ibu hamil KEK serta balita dengan permasalahan gizi.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, Arief Kurnia mengapresiasi kolaborasi swasta dengan pemerintah dalam upaya penurunan stunting dan isu kesehatan lainnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para kader Posyandu dapat semakin optimal dalam menjalankan perannya sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya dalam upaya pencegahan stunting serta peningkatan kesehatan ibu dan anak.

"Kami sedang terus berupaya dalam mempercepat penurunan angka stunting di Kabupaten Bekasi. Maka perlu dukungan semua pihak," kata Arief pada Senin (20/4/2026).

Baca juga: Uya Kuya Dukung Program MBG Terus Berjalan Demi Penuhi Gizi Anak-anak

Deputy COO Lippo Cikarang Cosmopolis, Lukas Budi Setiawan, mengatakan, ada sejumlah kegiatan sosial yang dilakukannya.

Namun, salah satu yang sangat penting ialah pada isu kesehatan masyarakat, khususnya percepatan penurunan stunting.

Pada April, pihaknya melakukan pelatihan kader Posyandu yang melibatkan sekitar 100 kader dari wilayah kerja Puskesmas Cibatu.

"Kami mendorong peningkatan kapasitas garda terdepan layanan kesehatan masyarakat," kata Lukas dalam keterangan.

Kata Lukas, inisiatif ini tidak hanya merepresentasikan pilar Kesehatan dan Pendidikan, tetapi juga selaras dengan agenda nasional dalam menurunkan angka stunting.

Ia menambahkan, sepanjang kuartal pertama 2026, berbagai inisiatif dijalankan secara terarah di bawah kerangka “Lippo untuk Indonesia PASTI”, yang mencakup lima pilar utama: Pendidikan, Lingkungan, Sosial Kemasyarakatan, Kesehatan, dan Pertumbuhan Ekonomi Lokal.

Pendekatan ini memastikan setiap program tidak hanya responsif terhadap kebutuhan jangka pendek, tetapi juga berkontribusi pada solusi jangka panjang.
Respons cepat terhadap situasi darurat menjadi pijakan awal tahun ini.

Sejak awal Januari, pihaknya menyalurkan bantuan bagi warga terdampak banjir di Kecamatan Sukatani. Bantuan berupa kebutuhan pokok seperti beras, telur, ikan kaleng, dan air mineral didistribusikan secara langsung, mencerminkan kesiapsiagaan perusahaan dalam mendampingi masyarakat di masa krisis.

Memasuki Februari, fokus program bergeser pada penguatan kehidupan sosial-keagamaan masyarakat. Melalui pemberian perlengkapan ibadah ke sejumlah masjid di kawasan Cikarang, LCC berkontribusi dalam mendukung kenyamanan dan keberlangsungan aktivitas keagamaan masyarakat.

Momentum Ramadan di bulan Maret dimanfaatkan untuk mempererat hubungan sosial melalui kegiatan buka puasa bersama anak yatim di Pasar Central.

Lebih dari 200 anak menerima santunan dalam kegiatan ini—sebuah wujud kepedulian yang juga memperkuat ikatan antara kawasan dan komunitas di sekitarnya.

Lukas menegaskan bahwa rangkaian program ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam menciptakan dampak sosial yang terukur.

“CSR bukan lagi sekadar program tambahan, tetapi telah menjadi bagian dari strategi bisnis berkelanjutan. Kami ingin memastikan setiap inisiatif memberikan dampak yang terukur dan relevan bagi masyarakat,” ujar Lukas.

Dengan pendekatan yang semakin terarah dan berkelanjutan, Lippo Cikarang Cosmopolis optimistis dapat terus berkontribusi dalam membangun masyarakat yang lebih sehat, tangguh, dan mandiri, sejalan dengan pertumbuhan kawasan yang berdaya saing. (MAZ) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.