Ketua DPRD Bengkulu Tengah Pilih Naik Motor Tinggalkan Mobil Dinas Imbas Kenaikan BBM
Rita Lismini April 20, 2026 06:54 PM

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Suryadi Jaya

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU TENGAH - Kenaikan harga BBM non-subsidi, khususnya jenis Dexlite, mendorong Ketua DPRD Bengkulu Tengah, Fepi Suheri, untuk mengambil langkah efisiensi dengan tidak lagi menggunakan mobil dinas.

Pasalnya, kendaraan dinas yang selama ini digunakan memakai BBM jenis Dexlite, yang kini mengalami lonjakan harga cukup signifikan.

Diketahui, sejak 18 April 2026, Pertamina menaikkan harga sejumlah BBM non-subsidi, termasuk Dexlite dari Rp14.200 per liter menjadi Rp24.150 per liter.

Menanggapi kondisi tersebut, Fepi mengaku tidak ingin membebani anggaran daerah untuk biaya operasional kendaraan dinas yang semakin tinggi.

“Saya mungkin tidak pakai mobil dinas. Kalau memang tidak ada anggarannya, pakai apa untuk beli BBM-nya,” ujarnya.

Ia pun menegaskan siap beralih menggunakan kendaraan pribadi berupa sepeda motor demi tetap menjalankan tugasnya sebagai wakil rakyat.

“Ya nanti pakai motor, tidak pakai mobil dinas dulu. Bukan saya tidak mau pakai mobil dinas, tapi kita harus pahami juga kondisi anggaran,” lanjutnya.

Menurut Fepi, keputusan tersebut merupakan bentuk penyesuaian terhadap kondisi keuangan daerah sekaligus upaya menghindari pemborosan anggaran di tengah kenaikan harga BBM.

“Dengan kondisi anggaran yang mungkin sedang kekurangan saat ini, ya mungkin saya pakai motor. Tidak jadi persoalan,” katanya.

Ia menekankan, pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas utama meskipun harus dengan keterbatasan fasilitas.

“Yang penting, jangan gara-gara ini untuk kerja mewakili masyarakat, kita tidak sampai ke sana,” tegasnya.

Kenaikan harga BBM non-subsidi, terutama Dexlite, memang berdampak langsung terhadap operasional kendaraan dinas di berbagai daerah, termasuk di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah.


© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.