TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Perlintasan kereta api tanpa palang pintu, di wilayah Kota Medan, lagi-lagi memakan korban.
Kali ini, nasib nahas dialami oleh seorang pengemudi Ojek Online (Ojol) bernama Rajali, yang terserempet kereta api Railink jurusan Medan-Kualanamu, Senin (20/4/2026).
Informasi yang didapat, sebelum kejadian Rajali sedang bekerja membawa penumpang dari arah Jalan Rajawali I, Kecamatan Medan Denai, menuju ke Jalan Padang, Kecamatan Medan Tembung.
Setibanya di perlintasan kereta api di perbatasan kedua kecamatan itu, Rajali awalnya diketahui sempat diingatkan oleh penumpangnya untuk berhati-hati karena ada kereta api.
"Ojol ini sama penumpangnya perempuan datang dari Rajawali menuju ke arah Letda Sujono. sementara kereta api datang dari Medan menuju ke arah Bandara Kualanamu. Penumpang perempuan ini mungkin sadar dia pas melewati rel, ada kereta api melintas. makanya dia melompat," ujar warga sekitar, Jefri Sinaga.
Setelah kecelakaan, kondisi pengemudi Ojol yang diketahui warga Jalan Pelita II itu terpental sekitar 10 meter dan masuk ke kandang ternak babi milik warga.
Sementara, sepeda motor jenis Honda Revo berplat nomor BK 5908 ALN yang dikemudikan oleh korban terseret kereta api sejauh 500 meter.
"Sampai berhenti pun kereta apinya, karena lengket keretanya. Di sini seringkali tabrakan, karena tak ada palang pintu," katanya.
Berdasarkan informasi yang ditemukan dari sejumlah warga, memang di perlintasan kereta api ini cukup sering terjadi kecelakaan karena tak adanya fasilitas palang pintu.
Melihat hal ini, warga sekitar sempat berinisiatif untuk menjadi relawan yang membantu memberikan isyarat kepada pengendara saat kereta api akan melintas.
Namun, berdasarkan keterangan warga lainnya H Hasibuan meskipun para relawan sudah memberikan informasi banyak pengendara yang tak taat.
Banyak diantara pengendara yang tetap nekat melintas, meskipun terlihat kereta api sudah mendekat dengan berbagai alasan.
"Di sini sering distop sama anak-anak yang berjaga. Tapi pengendara pada bandal," ucap Hasibuan.
Dikatakannya, seperti pengalaman-pengalaman sebelumnya pengendara hendaknya berhenti di jarak lebih dari dua meter saat kereta api melintas.
Karena, jika posisi kendaraan semakin dekat dengan perlintasan kereta sudah hampir dipastikan jarang ada yang selamat.
"Jadi radius dari rel itu 2 meter. Kalau satu meter jangan harap bisa hidup. Biasa kami di sini, sering juga kena batu, kayu terbang, karena kencangnya kereta api. Tadi yang jaga kebetulan tidak ada," ungkapnya.
Hingga saat ini, diketahui jenazah korban sudah dievakuasi dan dibawa ke RS Bhayangkara untuk dilakukan penanganan medis. Sementara penumpang Ojol nahas itu, dikabarkan masih menjalani perawatan di salah satu klinik.
(mns/tribun-medan.com)