Warga dan Pelaku Usaha Keluhkan LPG Nonsubsidi, Harga Naik Pasokan Terbatas
Haorrahman April 20, 2026 06:57 PM

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Jember - Kenaikan harga LPG nonsubsidi di Kabupaten Jember mulai dirasakan langsung oleh masyarakat, baik rumah tangga maupun pelaku usaha. Selain harga yang melonjak, pasokan gas juga dilaporkan belum sepenuhnya stabil.

Salah satu warga Kelurahan Tegalbesar, Kecamatan Kaliwates, Ny Solihah, mengaku keberatan dengan kenaikan harga tersebut. Ia biasanya menggunakan LPG nonsubsidi ukuran 5,5 kilogram (bright gas), namun kini harus beralih sementara ke gas subsidi 3 kilogram.

“Berat. Kebetulan punya saya habis, terus katanya sekarang harganya Rp111.000. Itu berat bagi saya. Akhirnya tidak diisi, sementara pakai yang 3 kilogram,” ujarnya, Senin (20/4/2026).

Solihah sebelumnya menggunakan dua jenis tabung gas, yakni bright gas dan LPG subsidi. Namun, ketika harga gas nonsubsidi meningkat, ia memilih kembali menggunakan tabung 3 kilogram sebagai alternatif yang lebih terjangkau.

“Namun karena sekarang harga yang pink mahal, ya mau tidak mau memakai yang 3 kilogram saja,” tegasnya.

Baca juga: Revitalisasi Street Food Jl Kartini Jember Ditarget Rampung Akhir 2026

Naikkan Harga

Kenaikan harga juga berdampak pada pelaku usaha, termasuk sektor kuliner. Sebuah kedai kopi dan tempat makan di Jalan Jawa, Kecamatan Sumbersari, turut merasakan tekanan biaya operasional.

Zatan, pegawai kedai tersebut, menyebut harga LPG 12 kilogram naik dalam beberapa hari terakhir.

“Ya, sekarang gas mahal, naik sejak beberapa hari lalu,” ujarnya.

Meski demikian, pihak usaha belum menaikkan harga makanan dan minuman. Namun, mereka mengakui kemungkinan penyesuaian harga tetap ada jika kondisi ini berlanjut.

“Harga gas naik, plastik naik. Sementara harga makanan dan minuman belum naik. Tetapi kalau nanti ngefek di operasional, kemungkinan harga makanan dan minuman naik,” tambahnya.

Baca juga: Dilarang Pakai LPG 3 Kg, Namun LPG Non-Subsidi di Lumajang Mulai Langka, Pelaku Usaha Kesulitan

Harga Naik, PasokanTerbatas

Berdasarkan pantauan di lapangan, harga LPG nonsubsidi ukuran 12 kilogram kini mencapai Rp 237.000 dari sebelumnya Rp201.000. Sementara itu, tabung 5,5 kilogram naik menjadi sekitar Rp 112.000 dari Rp 95.000.

Tidak hanya harga, pasokan gas juga dilaporkan mengalami kendala. Sejumlah pengecer mengaku belum mendapatkan kiriman dari agen.

Ny Wati, pemilik warung eceran di Jalan Imam Bonjol, Kaliwates, mengatakan distribusi gas 5,5 kilogram sempat kosong di tingkat agen.

“Katanya harganya naik, tetapi saya belum dapat kiriman. Agen yang biasa ngirim ke saya bilang kalau barangnya kosong,” ujarnya.

Baca juga: Sebabkan Kelangkaan, Pertamina Kembali Tutup Pangkalan LPG di Lumajang

Sementara itu, Lestari, pegawai di salah satu agen LPG di kawasan Talangsari, membenarkan adanya pengurangan pasokan meski saat ini distribusi mulai berjalan kembali.

“Memang ada kenaikan harga terakhir tanggal 18 April lalu. Sepekan sebelumnya juga sudah ada kenaikan,” jelasnya.

Ketua DPC Hiswana Migas Besuki, Ikbal Wilda Fardana, menyatakan bahwa pasokan LPG nonsubsidi saat ini masih dalam tahap pemulihan dan belum sepenuhnya normal.

“Informasinya sekarang belum normal, namun sejak pekan lalu sudah ada tambahan. Kami berharap ini terus berlanjut, sehingga tidak ada pembatasan lagi,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya pengawasan seiring kenaikan harga, guna mencegah potensi penyimpangan dalam distribusi.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.