Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur (Jaktim) menggencarkan sosialisasi administrasi kependudukan (adminduk) bagi 2.436 pendatang baru yang tercatat masuk ke wilayah tersebut hingga pertengahan April 2026.

"Jumlah pendatang baru di Jakarta Timur sampai cut off tanggal 18 April mencapai 2.436 jiwa. Mereka wajib tercatat secara administrasi," kata Wakil Wali Kota Jakarta Timur Kusmanto di Kantor Kelurahan Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur, Senin.

Upaya ini dilakukan untuk memastikan seluruh warga, termasuk pendatang, tertib administrasi dan tercatat secara resmi dalam sistem kependudukan.

Kegiatan ini melibatkan para pengurus RT, RW, Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK), serta Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) dari 15 RW.

Kusmanto menegaskan, pendataan dan sosialisasi ini menjadi langkah penting untuk mengantisipasi berbagai persoalan sosial serta memastikan pelayanan publik berjalan optimal.

"Karena itu kami minta RT, RW, dan LMK aktif mendata serta memberikan pemahaman agar para pendatang menaati aturan yang berlaku," ujar Kusmanto.

Selain itu, Kusmanto menyebut, para pendatang diharapkan segera menyesuaikan diri dengan lingkungan dan melengkapi dokumen kependudukan, seperti KTP elektronik dan Kartu Keluarga (KK), agar dapat mengakses layanan publik secara maksimal.

Selain sosialisasi, Pemkot Jakarta Timur juga membuka layanan langsung administrasi kependudukan di lokasi kegiatan.

Layanan ini ditujukan bagi warga yang belum memiliki dokumen resmi, termasuk pendatang non-permanen.

Sementara itu, Kepala Suku Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Jakarta Timur Ade Himawan mengatakan, pihaknya menyiapkan berbagai layanan, mulai dari pembuatan Identitas Kependudukan Digital (IKD), perekaman dan pencetakan KTP elektronik, KK, hingga akta perkawinan.

"Untuk melayani 2.436 pendatang baru ini, kami tidak hanya membuka layanan di kelurahan, tetapi juga melakukan jemput bola ke sekolah, sekretariat RW, dan tempat publik lainnya," kata Ade.

Ade menyebutkan, sebelumnya layanan serupa telah digelar di Cakung Barat pada 10 April lalu, sebagai bagian dari rangkaian pelayanan terpadu bagi warga pendatang.

Ade juga mengapresiasi peran aktif para pengurus wilayah yang turut membantu kelancaran pendataan dan pelayanan kepada masyarakat.

"Kami ucapkan terima kasih kepada RT, RW, LMK, dan FKDM yang telah mendukung layanan ini sehingga masyarakat bisa lebih mudah mengurus administrasi kependudukannya," ujar Ade.

Melalui sosialisasi ini, Pemkot Jakarta Timur berharap seluruh pendatang baru dapat segera melengkapi dokumen kependudukan dan beradaptasi dengan aturan yang berlaku.

"Jika semua melengkapi dokumen, sehingga tercipta tertib administrasi dan pelayanan publik yang lebih efektif di wilayah Jakarta Timur," ucap Ade.