Progres Konstruksi Tol Jogja-Solo: 13 Girder di Tikungan Ngawen Rampung Terpasang
Yoseph Hary W April 20, 2026 07:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Proyek pembangunan Tol Solo - Jogja - Bandara Yogyakarta Internasional Airport (YIA) paket 2.2 mengalami progres signifikan. 

Sebanyak 13 gelagar beton atau girder berhasil terpasang di bentang P56-P57, tepatnya di kawasan Tikungan Ngawen, perbatasan antara Ringroad Utara dengan Ringroad Barat.

"Proses pemasangan berjalan aman dan sesuai jadwal yang ditetapkan. Alhamdulillah, 13 girder pada bentang P56 sampai P57 sudah terpasang," ujar Humas PT Adhi Karya, Agung Murhandjanto, Senin (20/4/2026).

Tiga malam

Pekerjaan penting tersebut diselesaikan hanya dalam waktu tiga malam berturut-turut. Agung mengatakan, proses instalasi dilakukan secara bertahap mulai 16 hingga 18 April. Untuk meminimalisir gangguan aktivitas warga, pekerjaan dimulai pukul 21.00 WIB hingga menjelang subuh sekitar pukul 04.00 WIB.

Pada malam pertama, tim berhasil memasang tiga girder, disusul empat girder pada malam kedua. Sedangkan sisanya sebanyak enam unit dituntaskan pada malam terakhir. Dengan hasil ini, satu bentang atau span kini telah terisi penuh 13 gelagar beton. 

"Dalam konstruksi jalan layang, satu jarak antarpilar disebut satu span. Di lokasi ini, satu span memang membutuhkan total 13 girder sebagai tumpuan utama jalan," jelas dia. 

Meski satu tahap tuntas, pekerjaan belum berhenti. Pekan depan, tim dijadwalkan melanjutkan pemasangan pada bentang atau span berikutnya yang masih kosong, dimulai dari area dekat Sungai Bedog sebelum bergeser menuju arah Ring Road.

Kerja malam untuk percepatan

Agung menegaskan bahwa pola kerja malam hari merupakan kunci percepatan pembangunan jalan tol layang di area lalulintas yang padat.

Strategi ini diambil agar lalu lintas di Yogyakarta, terutama di ringroad Sleman tidak lumpuh total. Sejauh ini masih ada dua span yang belum terisi. 

"Minggu depan kami lanjutkan pekerjaan, lalu secara bertahap bergeser ke arah timur," ujar Agung.

Terkait kelancaran arus lalu lintas, Agung memastikan rekayasa diterapkan secara fleksibel. Tim di lapangan memberlakukan sistem buka-tutup hingga contraflow pada malam hari untuk menghindari kemacetan panjang.

Akses jalan baru ditutup sementara saat truk trailer pengangkut girder melakukan manuver masuk ke titik pemasangan.Setelah posisi aman, arus lalu lintas langsung dibuka kembali.

"Selama proses pemasangan, situasi relatif lancar. Penutupan hanya bersifat situasional saat mobilisasi girder dari stockyard timur menuju lokasi di Ngawen," kata dia. 

Percepat fasilitas gerbang tol

Selain menyelesaikan pemasangan girder, pihak pelaksana juga tengah mempercepat pembangunan fasilitas RAM-on dan RAM-off yakni akses masuk dan keluar tol.

Fasilitas ini berupa plasa atau arsitektur gerbang tol yang dibangun di sebelah timur simpang empat Krongahan yang akan menjadi akses masuk dan keluar di wilayah Yogyakarta. 

Di sisi lain di bagian area dalam, pekerjaan pengecoran jalan utama (rigid beton) dan pemasangan pembatas jalan (parapet) terus dikebut.

Agung memastikan bahwa secara fisik, Tol Jogja-Solo saat ini sudah tersambung secara kontruksi dengan Tol Jogja-Bawen. Hal ini ditandai dengan telah selesainya pemasangan girder di atas Jalan Sidomoyo sebelum masa libur lebaran lalu.

Proyek jalan tol Jogja-Solo yang membujur dari Trihanggo-Junction Sleman ini terus dikebut dan ditargetkan rampung pada Juli 2026.(*) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.