Efek Kebijakan Jam Malam di Surabaya, Kasus Kenakalan Remaja Turun Signifikan
Cak Sur April 20, 2026 07:32 PM

SURYA.CO.ID, SURABAYA – Kasus kenakalan remaja masih menjadi perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, Jawa Timur (Jatim). Berbagai langkah dilakukan untuk menindaklanjuti, sekaligus mencegah persoalan tersebut agar tidak terus meningkat.

Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Surabaya mencatat, jumlah kasus kenakalan anak hingga April 2026 masih di bawah 100 kasus.

Angka tersebut, menurun signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai lebih dari 450 kasus.

“Alhamdulillah ada penurunan yang cukup signifikan, terutama sejak diberlakukannya kebijakan jam malam bagi anak-anak,” kata Kepala DP3APPKB Kota Surabaya, Ida Widayati, saat dikonfirmasi SURYA.co.id di Surabaya, Senin (20/4/2026).

Bentuk Kenakalan dan Penanganan

Bentuk kenakalan yang ditemukan antara lain:

  • Konsumsi minuman keras
  • Tawuran
  • Keterlibatan dalam geng motor

Anak-anak yang terjaring, kemudian ditempatkan di Rumah Aman untuk mendapatkan pembinaan secara menyeluruh.

Pembinaan Intensif 7–14 Hari

Untuk memperkuat penanganan, DP3APPKB Kota Surabaya menerapkan pendekatan yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.

“Kami ubah polanya. Tidak hanya konseling singkat, tetapi juga edukasi yang lebih mendalam. Anak-anak diberikan pemahaman tentang dampak kriminalitas, bahaya narkoba bagi kesehatan, hingga penguatan wawasan kebangsaan,” jelas Ida.

Program pembinaan berlangsung selama 7 hingga 14 hari. Selama periode tersebut, anak-anak tidak hanya mendapatkan pendampingan psikologis, tetapi juga tetap difasilitasi untuk melanjutkan pendidikan.

Bahkan, Pemkot Surabaya memberikan izin kepada sekolah untuk menerapkan pembelajaran daring bagi peserta didik yang sedang menjalani pembinaan.

"Program ini sudah berjalan sejak pertengahan tahun lalu, dan secara bertahap menunjukkan dampak positif,” terang Ida.

Peran Keluarga dan Lingkungan

Selain penanganan langsung, Pemkot Surabaya juga mendorong peran keluarga dan lingkungan melalui edukasi kepada orang tua, agar pengawasan terhadap anak lebih optimal.

Dengan kombinasi kebijakan preventif seperti jam malam dan pembinaan yang komprehensif, tren penurunan kenakalan remaja diharapkan dapat terus terjaga.

"Kami berharap anak-anak muda dapat memanfaatkan waktu untuk kegiatan yang positif. Perilaku negatif tidak hanya berdampak secara sosial, tetapi juga memengaruhi kondisi psikologis dan masa depan mereka,” ujar Ida.

Poin Penting

  • Kasus kenakalan remaja di Surabaya turun di bawah 100 kasus hingga April 2026
  • Tahun sebelumnya kasus mencapai lebih dari 450
  • Kebijakan jam malam jadi faktor utama penurunan
  • Pembinaan dilakukan di Rumah Aman selama 7–14 hari
  • Anak tetap bisa sekolah melalui sistem daring
  • Orang tua dilibatkan untuk pengawasan dan edukasi
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.