BOLASPORT.COM - Fadly Alberto menjadi pembicaraan bukan karena prestasi di lapangan, melainkan tindakan brutal terhadap lawan di kompetisi EPA.
Kasus pemain muda yang kehilangan kepala dingin kembali terjadi di sepak bola Indonesia.
Beberapa tahun lalu, Hugo Samir menjadi sosok antagonis yang tidak sekali saja melakukan perbuatan ilegal.
Pada 2021, Hugo menendang wasit saat membela Bhayangkara FC U-18 melawan Persebaya U-18 di kompetisi Elite Pro Academy.
Akibat perbuatan tersebut, putra Jacksen F Tiago tersebut dihukum satu tahun larangan bermain.
Tak kapok, Hugo mengulangi perbuatannya pada 2023 saat membela Borneo FC U-20 melawan Persib U-20 di kompetisi EPA.
Ia terungkap memukul pemain lawan dan kembali dihukum Komdis PSSI.
Citra bengal telanjur melekat pada Hugo yang kemudian sempat dipanggil timnas U-20 Indonesia pada era Shin Tae-yong.
Sempat tampil menjanjikan, Hugo hingga kini belum melesat menjadi pemain reguler di kasta tertinggi.
Ia sejauh ini hanya mencatatkan 21 penampilan bersama Persik Kediri di Super League dalam dua musim.
Persik pun kini meminjamkan sang wonderkid ke klub kasta kedua, Persiku Kudus.
Situasi yang sama kini menimpa wonderkid jebolan timnas U-17 Indonesia, Fadly Alberto Hengga.
Alberto merupakan penyerang andalan Nova Arianto yang meraih kemenangan di Piala Dunia U-17 2025.
Meski begitu Alberto menatap ketidakpastian pada masa depan kariernya setelah tindakannya di EPA Super League U-20 2025/26.
Tendangan kungfu dilepaskan pada laga Bhayangkara FC U-20 melawan Dewa United U-20 di Stadion Citarum, Semarang, Minggu (20/4/2026).
Alberto terkonfirmasi sebagai pemain yang melepaskan perbuatan ilegal tersebut terhadap pemain lawan.
Padahal, ia masih menjadi bagian timnas U-20 Indonesia yang kini dilatih Nova Arianto.
Nova pun memutuskan tak memanggil Alberto dalam skuad menuju ASEAN Championship U-20 2026.
PSSI telah meminta pemain bersangkutan dihukum.
“PSSI sangat prihatin dan menyayangkan kejadian ini. Dan tentu siapa pun yang terlibat dalam kasus ini, PSSI dan Komdis akan mengambil tindakan,” kata sekretaris jendral Yunus Nusi.
“Dan kita juga melihat ada kelalaian perangkat pertandingan. Ini juga akan menjadi atensi PSSI kepada Komite Wasit, saudara (Yoshimi) Ogawa, untuk melakukan evaluasi dan edukasi, serta sanksi kepada perangkat pertandingan bila ternyata terbukti lalai,” ucapnya.
Semoga saja Alberto bisa menemukan jalur karier kembali agar tak layu sebelum berkembang.