Proyek Tanggul Laut Raksasa Dipastikan Dimulai dari Pantura Jawa
Choirul Arifin April 20, 2026 07:38 PM

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan memastikan proyek pembangunan tanggul laut raksasa atau Giant Sea Wall akan diprioritaskan di kawasan Pantai Utara (Pantura) Jawa. 

Kepastian tersebut disampaikan Didit usai menghadiri rapat terbatas yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (20/4/2026). 

Saat dikonfirmasi mengenai lokasi awal pembangunan, Didit menegaskan wilayah Pantura akan didahulukan dibandingkan Jakarta. "Pantura dulu," ujar Didit singkat saat menjawab pertanyaan awak media mengenai prioritas lokasi pembangunan Giant Sea Wall.

Didit menjelaskan proyek ini akan dilaksanakan secara berkelanjutan dan tidak sekaligus.  "Iya, bertahap,” jawabnya saat dikonfirmasi apakah pembangunan tersebut akan dilakukan secara bertahap.

Saat ini, pemerintah masih mematangkan detail teknis dan penghitungan sumber daya yang diperlukan. 

Didit menyebutkan bahwa aspek konstruksi menjadi fokus pendalaman kementerian saat ini agar sejalan dengan ketersediaan sumber daya nasional.

"Ya, soal giant sea wall, masih dalam tahap perencanaan dan kita akan mendalami lagi untuk kegiatan-kegiatan yang ada kaitannya dengan konstruksi. Gitu aja," jelas Didit.

Baca juga: Presiden Prabowo Panggil Menteri KKP dan Mendiktisaintek Bahas Giant Sea Wall

Terkait target penyelesaian dan besaran investasi, Didit menyatakan bahwa hal tersebut masih dalam proses kalkulasi. Pemerintah belum menetapkan tanggal pasti dimulainya konstruksi fisik, namun instruksi untuk mempercepat proses tetap menjadi acuan.

"Oh, target pembangunan ya, dalam waktu yang belum ditentukan tapi paling tidak bisa dipercepat," tambahnya.

Didit mengingatkan pentingnya integrasi pengelolaan lingkungan dalam proyek ini. Salah satu fokus utamanya adalah memanfaatkan sumber daya lokal dan mengelola limbah yang berkaitan dengan pembangunan tanggul tersebut.

Baca juga: Prabowo Sebut Tanggul Laut 535 Km di Pantura Bisa Lindungi 50 Juta Warga

"Rencana dari hasil hitung masih dihitung, ya, waktunya. Karena kan berkaitan sama resources yang ada. Di Indonesia kita manfaatkan semua. Jadi salah satu yang utama adalah kita bisa memanfaatkan soal lingkungan, jadi kita absorb hal-hal yang ada kaitannya dengan waste," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.