TRIBUN-PAPUA.COM, FAKFAK - Merebaknya kasus campak belakangan ini membuat Dinas Kesehatan Kabupaten Fakfak, Papua Barat menyiapkan empat Lokasi Khusus (Lokus) untuk segera dilakukan intervensi vaksinasi.
Pejabat Dinkes Fakfak, Jati, menyampaikan bahwa surat edaran terkait pelaksanaan vaksinasi sudah diterima pihaknya.
“Memang yang menjadi lokus ialah Dulanpokpok, Kampung Tanama, Wagom, dan Wagom Utara,” ujarnya, Senin (20/4/2026).
Baca juga: Konflik di Puncak Papua Renggut 9 Nyawa Warga Sipil, Arianto Kogoya: Jangan Korbankan Warga Sipil
Menurut Jati, sasaran vaksinasi adalah anak-anak berusia 9 hingga 59 bulan.
“Karena kita ketahui bersama, anak-anak ini rentan sekali,” katanya.
Meski belum merinci jumlah kasus campak di Fakfak, ia menegaskan bahwa intervensi vaksin dilakukan karena adanya temuan kasus yang signifikan di beberapa wilayah.
“Nanti kami update kembali datanya, namun intervensi vaksin ini akan segera kami lakukan,” tegasnya.
Baca juga: Gibran Sambangi Jantung Logistik 8 Kabupaten di Papua Tengah
Selain itu, Dinkes Fakfak telah menyampaikan informasi kepada seluruh puskesmas di daerah tersebut agar meningkatkan kewaspadaan terhadap gejala campak.
“Sehingga apabila ada ciri-ciri kasus yang cenderung mengarah ke campak maka segera dilakukan mitigasi dan upaya pencegahan penularan,” tandasnya.
Campak adalah penyakit infeksi saluran pernapasan yang sangat menular. Penyakit ini disebabkan oleh virus dari keluarga Paramyxovirus dan ditandai dengan gejala awal berupa demam tinggi serta ruam kemerahan yang khas di seluruh tubuh.
Karakteristik Utama Campak
Campak disebabkan oleh virus Morbillivirus yang menyebar melalui percikan air liur (droplet) saat penderita batuk, bersin, atau berbicara.
Baca juga: Kenaikan BBM di Kaimana Mulai Hasut Sektor Lain Ikut Berubah
Gejala awal biasanya muncul demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan, dan mata merah berair (konjungtivitis).
Tanda khas adalah munculnya bintik putih keabuan dengan dasar merah di dalam mulut yang disebut Koplik’s spot.
Penyakit ini juga ditandai dengan ruam kemerahan, biasanya dimulai dari belakang telinga dan wajah, lalu menyebar ke leher, tangan, hingga kaki dalam beberapa hari.
Meskipun sering dianggap penyakit anak-anak biasa, campak dapat berakibat fatal karena risiko komplikasi serius, terutama pada anak dengan daya tahan tubuh lemah. Beberapa komplikasi yang mungkin terjadi antara lain:
Baca juga: Lapas Doyo Deklarasikan Ikrar Anti Halinar, Kalapas Sebut Marak Pelemparan Ganja
Diare berat yang bisa memicu dehidrasi.
Radang paru (Pneumonia) yang menyebabkan sesak napas.
Infeksi telinga hingga radang otak (ensefalitis).
Pencegahan dan Penanganan
Langkah paling efektif untuk mencegah campak adalah melalui vaksinasi atau imunisasi lengkap (seperti vaksin MR/MMR). Jika terkena, penanganan biasanya meliputi istirahat yang cukup, menjaga asupan cairan, dan konsumsi Vitamin A sesuai anjuran medis untuk mencegah kerusakan mata dan komplikasi lainnya.(*)